Liputan6.com, Melbourne: Perjalanan tiga petinju Indonesia untuk kembali ke Tanah Air terhambat di Bandara Melbourne, Australia, Ahad (27/10). Herman Aja Dato, Hamdani Tamagola, dan Panca Silaban sempat diinterogasi anggota Polisi Federal Australia yang mencurigai gerak-gerik ketiganya. Bahkan, seorang di antaranya, yaitu Herman Aja Dato diperiksa dengan dugaan terkait jaringan teroris.
Reporter SCTV Raymond Kaya melaporkan, kejadian bermula ketika Herman, Hamdani, dan Panca yang ditemani promotor tinju Willy Lasut hendak kembali ke Tanah Air seusai menggelar pertandingan eksibisi di Sydney. Saat pesawat yang mereka tumpangi transit di Bandara Melbourne, ketiganya mengisi waktu sambil bercanda. Bahkan, ketika pesawat siap berangkat, aktivitas bergurau masih berlanjut.
Pesawat saat itu dalam keadaan kosong. Banyak bangku yang tak diisi. Baik Herman Aja Dato, Hamdani Tamagola, maupun Panca Silaban memilih berpencar dan duduk terpisah. Aktivitas dilanjutkan dengan bermain gamewatch sambil sesekali bercanda. Seorang dari mereka ada yang menyeletuk, "Kita sekarang jadi turis." Namun, ucapan tersebut salah ditangkap penumpang lainnya. Mereka mengartikan kata "turis" sebagai "teroris".
Ketiganya lalu diperiksa anggota Polisi Federal Australia. Seluruh barang bawaan mereka juga tak luput dari pemeriksaan. Khusus Herman, polisi menginterogasi selama sekitar satu jam lantaran yang bersangkutan dicurigai teroris. Menurut ketiga petinju, pemeriksaan berlangsung baik. Namun mereka merasa dirugikan karena pemeriksaan membuat ketiganya tertinggal pesawat dan sempat terkatung-katung di bandara hampir 24 jam.
Herman, Hamdani, Panca Silaban beserta promotor mereka akhirnya bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang Malaysian Airlines pada pukul 22.00 WIB. Diperkirakan, rombongan petinju itu mendarat di Jakarta pukul 10.00 WIB.
Sejauh ini, ketiga petinju belum melontarkan protes kepada Australia. Sebab, mereka masih dalam keadaan stres. Diperkirakan, protes akan dilakukan setibanya di Jakarta melalui Konsulat Jenderal Australia. Sementara Konjen RI di Melbourne tengah memproses keberatan serupa yang dialami ketiga petinju.(SID/Raymond Kaya)
Reporter SCTV Raymond Kaya melaporkan, kejadian bermula ketika Herman, Hamdani, dan Panca yang ditemani promotor tinju Willy Lasut hendak kembali ke Tanah Air seusai menggelar pertandingan eksibisi di Sydney. Saat pesawat yang mereka tumpangi transit di Bandara Melbourne, ketiganya mengisi waktu sambil bercanda. Bahkan, ketika pesawat siap berangkat, aktivitas bergurau masih berlanjut.
Pesawat saat itu dalam keadaan kosong. Banyak bangku yang tak diisi. Baik Herman Aja Dato, Hamdani Tamagola, maupun Panca Silaban memilih berpencar dan duduk terpisah. Aktivitas dilanjutkan dengan bermain gamewatch sambil sesekali bercanda. Seorang dari mereka ada yang menyeletuk, "Kita sekarang jadi turis." Namun, ucapan tersebut salah ditangkap penumpang lainnya. Mereka mengartikan kata "turis" sebagai "teroris".
Ketiganya lalu diperiksa anggota Polisi Federal Australia. Seluruh barang bawaan mereka juga tak luput dari pemeriksaan. Khusus Herman, polisi menginterogasi selama sekitar satu jam lantaran yang bersangkutan dicurigai teroris. Menurut ketiga petinju, pemeriksaan berlangsung baik. Namun mereka merasa dirugikan karena pemeriksaan membuat ketiganya tertinggal pesawat dan sempat terkatung-katung di bandara hampir 24 jam.
Herman, Hamdani, Panca Silaban beserta promotor mereka akhirnya bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang Malaysian Airlines pada pukul 22.00 WIB. Diperkirakan, rombongan petinju itu mendarat di Jakarta pukul 10.00 WIB.
Sejauh ini, ketiga petinju belum melontarkan protes kepada Australia. Sebab, mereka masih dalam keadaan stres. Diperkirakan, protes akan dilakukan setibanya di Jakarta melalui Konsulat Jenderal Australia. Sementara Konjen RI di Melbourne tengah memproses keberatan serupa yang dialami ketiga petinju.(SID/Raymond Kaya)