Pentingnya Ekosistem Bulu Tangkis untuk Mengangkat Prestasi Indonesia di Kancah Internasional

Prestasi Indonesia di kancah internasional bisa terangkat jika mampu menjaga ekosistem bulu tangkis yang sangat penting dan vital.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 07 September 2020, 22:45 WIB
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (tengah). (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ekosistem bulu tangkis Indonesia sangat penting dan vital. Sebab, prestasi Indonesia bisa terangkat di kancah Internasional dengan ekosistem yang baik.

"Karena itu adalah rantaian yang tidak terputus dari pelaku-pelaku bulu tangkis di Indonesia," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin dalam bincang media dengan wartawan secara virtual, Senin (7/9/2020).

"Mata rantai pertama adalah klub dari daerah, yang merupakan cikal bakal pemain-pemain di daerah telah berlatih dan bertanding untuk kemudian masuk ke klub besar dan dibina menjadi seorang juara," imbuhnya.

Yoppy menyebut istilah layer bawah (pemula) untuk atlet usia di bawah 11 hingga 19 tahun. Kelompok ini menjadi target usia pembinaan di PB Djarum.

Sementara untuk menggairahkan ekosistem bulu tangkis, PB Djarum menyambangi berbagai kota di Tanah Air melalui audisi umum. Layer awal ini, menurut Yoppy, jarang dilirik sponsor dan donatur di Indonesia.

"Banyak memang yang menaruh minat pada liga-liga elite, tapi kita lupa bahwa kita juga membutuhkan layer bawah, yaitu pembinaan usia dini. Mereka yang bakal menggantikan atlet-atlet di gelanggang elite tersebut," paparnya.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Sports Science

Manager tim PB Djarum, Fung Permadi memberi keterangan terkait Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Jakarta, Senin (6/3). Audisi akan berlangsung di delapan kota di Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Setelah mendapatkan atlet-atlet belia melalui proses seleksi, PB Djarum membina secara komprehensif, termasuk penerapan sports science. Menurut Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi, sports science mencakup fisioterapi, pelatihan fisik, dan kecukupan nutrisi.

Namun, keberhasilan sports science yang diterapkan klub juga bertumpu dari tekad besar seorang atlet untuk menjadi juara di masa mendatang. "Memang sports science ini terus berkembang. Tapi bagi kami, sports science harus sesuai dengan kebutuhan setiap atlet PB Djarum," jelas Fung.

 

 


Mendulang Prestasi

Christian Hadinata yakin proses Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis bisa melahirkan calon bintang masa depan Indonesia. (bola.com/Reza Bachtiar)

Menanggapi pembinaan atlet di PB Djarum, Christian Hadinata berharap bisa mendulang prestasi yang lebih tinggi lagi daripada atlet-atlet di masa lampau. Karena, akses terhadap fasilitas maupun informasi sangat mudah dijangkau oleh para calon juara dunia ini.

"Jangan meminta atau menuntut apa yang diberikan organisasi atau klub. Tetapi, harus sebaliknya, apa yang bisa kita berikan sebagai atlet kepada organisasi atau klub. Lebih tinggi lagi kepada negara dan bangsa. Kalau itu sudah dicapai, saya yakin yang lainnya akan menyusul," ucap legenda bulu tangkis Indonesia dan tim penasihat PB Djarum itu.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya