Tim Ahli Covid-19: Tenaga Kesehatan Perlu Insentif Memadai

Dia juga mengatakan, peningkatan fasilitas di rumah sakit termasuk ruang isolasi dan APD yang cukup dan kualitas standar harus didapatkan para petugas pelayanan kesehatan Covid-19.

oleh Maria FloraDiterbitkan 05 September 2020, 15:10 WIB
Aktivitas tim medis saat menangani pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 di ruang isolasi Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). Sebanyak 10 dari 31 pasien yang dipantau dan diawasi RSUP Persahabatan merupakan pasien rujukan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Tim Ahli Covid-19 Balitbang Sumatera Utara dr Delyuzar mengatakan, tenaga pelayanan kesehatan Covid-19 perlu diberikan insentif yang memadai agar mereka lebih giat lagi dalam melaksanakan tugas.

Dia juga mengungkapkan, peningkatan fasilitas di rumah sakit termasuk ruang isolasi dan APD yang cukup dan kualitas standar harus didapatkan para petugas pelayanan kesehatan Covid-19. 

"Tenaga pelayanan kesehatan juga harus cukup istirahat," ujar Delyuzar, di Medan, Sabtu. (5/9/2020) dilansir Antara. 

Tak hanya terkait penanganan pasien Covid-19, dr Delyuzar juga meminta layanan kesehatan bagi para pasien TB, HIV/AIDS, penyakit infeksi lainnya dan tidak menular seperti jantung, DM dan layanan KB, imunisasi tetap terus berjalan. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Antisipasi Kluster Baru

"Sehingga tidak terjadi ledakan pada re-emerging disease seperti TB dan lain-lain. Serta bisa mencegah penyakit comorbid seperti jantung, darah tinggi dan DM akan meningkatkan keparahan Covid-19," ucap Direktur Eksekutif Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Indonesia ini. 

Kepada pemerintah dia pun berpesan harus lebih mempertimbangkan dan mengantisipasi berbagai hal, seperti kemungkinan munculnya kluster baru dampak pilkada serentak. Karenanya perlu diperhatikan protokol kesehatan yang ketat. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya