Liputan6.com, Jakarta Episode ke-2 Magic in Love tentang kedatangan Baby ke dunia Manusia secara tidak sengaja nyaris membuat Viola celaka. Bahkan Baby pun tidak menyadarinya. Energi Baby membuat badai lokal di sekitarnya. Viola dan Bimo jatuh ke tepi jembatan. Bimo berusaha keras untuk melindungi Viola, tapi kondisinya saat itu sulit karena angin bertiup sangat kencang. Keduanya nyaris putus asa.
Magic in Love masih berlangsung. Saat itu Ken hendak menyelamatkan Viola, tapi tertahan angin kencang. Dan saat itulah Ken bertemu dengan Baby. Untungnya Jo dengan sigap menyelamatkan Viola dan Bimo. Viola melayang jatuh ke bawah tapi mendadak Viola jatuh didalam dekapan Jo. Viola shock menyadari dirinya ternyata ditolong oleh Jo.
Advertisement
Jo langsung mendekap tubuh Viola, mereka berdua jatuh bergulingan diatas rerumputan (bukan bagian sungai). Saat tubuh keduanya berhenti bergulingan, posisi Viola dan Jo saling bersisian keduanya saling tatap. Bimo merasa aneh, kenapa Jo mendadak ada di sana. Bimo menuduh Jo stalking Viola. Jo membela diri dia hanya kebetulan ada di sana. Kejadian ini membuat Bimo makin tidak menyukai Jo.
Sementara itu, Baby dan Ken berbincang serius. Ken menanyakan maksud kedatangan Baby ke dunia manusia. Baby menjelaskan dia datang atas permintaan Bella, yang khawatir Ken akan kesulitan mendapatkan Masterbook sekaligus melawan Jo. Saat Ken melihat Baby, Ken langsung stress karena merasa Baby malahan akan membuat tugasnya makin ribet.
Ken menyuruh Baby kembali ke Empire, tapi Baby menolak dan diam diam mengawasi Ken dan Jo dari jauh. Dan tanpa semua ketahui, tenyata Baby punya alasan terselubung datang ke dunia manusia, yaitu membalaskan dendam kematian Ibunya (Zeta) ke keturunan Penjaga Masterbook, yang tidak lain adalah Viola.
Magic in Love selanjutnya....
Terpaksa
Setelah itu, Bimo mendorong motornya yang rusak bersama Viola. Motor Bimo rusak kena badai kedatangan Baby tadi. Bimo nggak enak melihat Viola terpaksa jalan kaki bersamanya. Bimo suruh Viola naik taksi aja tapi Viola setia kawan dan nggak mau meninggalkan Bimo.