Liputan6.com, Jakarta - Pandji Pragiwaksono akan menggelar Stand Up Comedy Tour ke-7 yang bertema Komoidoumenoi. Kali ini, Pandji akan mengulik topik seputar 'ketersinggungan' yang diklaim sebagai pertunjukan komedi paling beresiko dari komika senior satu ini.
Melalui pertunjukan ini, Pandji Pragiwaksono, mengaku dirinya tak sekadar mengharapkan agar orang-orang berhenti tersinggung lewat komedi. Namun juga motivasi agar para komedian terus berkarya.
Advertisement
"Saya memahami bahwa tersinggung itu sebuah kewajaran. Namun argumen saya, tidak mungkin untuk meminta komedian berhenti menyinggung,” ujar Pandji Pragiwaksono melalui keterangan rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (19/8/2020).
Penggunaan Istilah Komoidoumenoi
Sejak abad ke-400 sebelum masehi, Aristophanes yang kini dikenal sebagai Bapak Komedi, kerap menggunakan komedi sebagai senjata perlawanan untuk mengkritisi politikus pada masa itu.
Aristophanes kemudian menyebut para elit politik sebagai Komoidoumenoi:bahan tertawaan. Maka, istilah Komoidoumenoi dirasa tepat untuk mengemas stand-up tour ke-7 Pandji yang penuh kritik dan berpotensi menyinggung.
Paling Berisiko
"Komoidoumenoi bisa dibilang adalah show stand-up comedy saya yang paling beresikomenyinggung dan paling berbahaya," ujar Pandji dalam keterangan yang sama.
"Bahkan ketika anda sudah beli tiket dan memutuskan untuk menonton, masih akan ada peluang di mana lelucon yang sayasampaikan akan menyinggung anda semua. Saya sangat enggak sabar untuk segera melakukan show ini," lanjutnya.
Tetap Optimis
Melalui tanya jawab bersama wartawan melalui live streaming konferensi pers Komoidoumenoi Jakarta, Pandji mengaku tetap optimis melaksanakan turnya di masa pandemi ini.
“Kontribusi paling memungkinkan yang bisa dilakukan adalah menghibur dan menyajikan acara komedi dengan kemasan terbaik tanpa melupakan elemen kesehatan dari penikmat karya saya,” jelas Pandji.
“Maka dari itu, saya dan Comika Entertainment selaku promotor, tetap optimis melaksanakan Komoidoumenoi Jakarta. Terlebih kami telah berpartner dengan QLUE Smart City dan BEM FKM UI,” ia menambahkan.
Sesuai Protokol Kesehatan
QLUE, melalui QLUEThermal dan microsite platformnya akan membekali Komoidoumenoi Jakarta dengan teknologi pendeteksi suhu serta masker yang terintegrasi IoT serta AI.
Sehingga, penonton tak perlu khawatir dengan keselamatan masing-masing selama menghadiri acara Komoidoumenoi di Jakarta.