Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok terus mengedepankan keterbukaan di Pertamina

oleh Athika RahmaDiterbitkan 05 Agustus 2020, 10:00 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (20/12). Sidang kedua Ahok mengagendakan jawaban Jaksa Penuntut Umum terhadap eksepsi yang disampaikan pada sidang pertama. (Liputan6.com/Pool/Agung Rajasa)

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok berbicara soal peran dan langkah yang akan diambil setelah Pertamina melakukan restrukturisasi. Salah satunya, memastikan tubuh perseroan bebas dari oknum-oknum nakal yang doyan korupsi.

Pria yang biasa disapa Ahok ini menegaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan transparansi di Pertamina.

"Ada saya, transparansi kita buka. Jadi sekarang kita sudah MoU dengan KPK, KPK setiap saat bisa minta data apa saja ke kita. Kita juga kejar PPATK. Jadi sekali lagi, siapapun yang korup di Pertamina, hati-hati. Kami akan lacak Anda," ujar Ahok dalam video yang diunggah akun YouTube Pertamina, ditulis Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, Ahok bilang tidak ada rahasia di Pertamina. Semua hal harus terbuka, termasuk pengelolaan keuangannya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Penghematan

Beberapa informasi yang bisa diakses oleh publik yakni pengadaan minyak mentah, pengadaan produk hingga pengadaan kapal.

Kemudian, Pertamina juga tengah melakukan penghematan di sektor hulu. Ahok bilang, pihaknya akan merampingkan sektor hulu minimal 20 persen dan saat ini, proses audit sedang dilakukan. Semuanya dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan uang Pertamina.

"Karena saya ditaruh di sini untuk menyelamatkan uang Pertamina. Saya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina. Ya, sudah, saya akan berupaya untuk lakukan," katanya.

 

Tak Ada Main Politik

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama tersenyum usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Senin (9/12/2019). Pertemuan tersebut Presiden meminta agar memperbaiki defisit neraca perdagangan kita di sektor petrokimia dan migas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dirinya juga memastikan tidak akan ada permainan politik di Pertamina karena dirinya sudah tahu bagaimana cara orang politik bekerja.

"Walaupun kalian bisa main politik macam-macam, saya kan orang politik, main politik sama saya, mah, sudah biasa," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya