5 Bintang SAD yang Meredup: Jadi Artis Hingga Menghilang bak Ditelan Bumi

Program SAD tidak benar-benar sukses menelurkan pemain hebat.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 15 Juli 2020, 19:20 WIB
Yandi Sofyan, Syamsir Alam dan Yericho Christiantoko. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta - PSSI pernah meluncurkan program mercusuar pelatnas jangka panjang ke Uruguay berlabel SAD Uruguay (Sociedad Anonima Deportiva) pada 2008. Program ini hampir mirip dengan Primavera dan Baretti di Italia pada pertengahan 1990-an.

Pemain belia berbakat Tanah Air dikumpulkan dalam satu tim untuk mengikuti kompetisi junior di negara yang dituju.

Program SAD Uruguay yang didanai pengusaha gila bola, Nirwan Dermawan Bakrie, berjalan selama lima tahun, 2008-2013. Banyak pesepak bola berbakat mencuat dari program yang kabarnya menelan dana Rp12,5 miliar per tahunnya itu.

Tidak banyak, namun tidak sedikit pula alumnus SAD Uruguay yang berhasil mempertahankan eksistensinya di kancah sepak bola nasional, termasuk di Shopee Liga 1 2020. Yang paling tenar tentu Alfin Tuasalamony, penghuni dua angkatan pada 2008 dan 2009.

Saat ini, Alfin membela Madura United setelah berbaju Arema FC selama dua musim sebelumnya. Setelah lulus dari SAD, pemain berusia 27 tahun ini mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Eropa bersama klub Belgia, CS Vise.

Bertahan di CS Vise pada 2013, Alfin berturut-turut pindah ke Persebaya Surabaya pada 2014, Persija Jakarta pada 2015, Bhayangkara FC pada 2017, dan Sriwijaya FC pada 2018.

Akan tetapi, tidak semua pemain didikan SAD Uruguay yang berlaga di kompetisi U-17 dan U-19 Uruguay sukses saat menjalani karier di level senior. Ada beberapa pemain lulusan SAD Uruguay yang menjalani masa-masa sulit saat berkarier sebagai pesepak bola profesional. Siapa saja?

Video


Syamsir Alam

(Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Digadang-gadang jadi penyerang top Timnas Indonesia meneruskan era Bambang Pamungkas, Syamsir Alam yang mendapatkan beasiswa generasi pertama program pelatnas jangka panjang SAD Uruguay pada 2008 gagal bersinar saat berkarier di level senior.

Pada musim perdana tampil di Liga U-17 Quinta Division 2008, ia menjadi top scorer dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga. Lantaran dianggap berbakat, ia sempat dipinjam Penarol pada musim selanjutnya.

Syamsir meninggalkan tim SAD untuk bergabung ke klub Divisi II Belgia, CS Vise, pada musim 2011. Klub tersebut dimiliki penguasa gila bola yang membiayai program SAD, Nirwan Dermawan Bakrie.

Lanjut Baca:

Namun, Syamsir lebih banyak jadi cadangan selama dua musim berkiprah di klub tersebut. Cedera punggung membuat pemain kelahiran Kabupaten Agam, 6 Juli 1992 itu, kesulitan menemukan level permainan terbaik. Walau jadi langganan bangku cadangan di CS Vise, Syamsir dipanggil Rahmad Darmawan untuk mengikuti seleksi Timnas SEA Games 2011. Tampil impresif selama sepekan di sesi latihan pelatnas, nama Syamsir justru tak masuk skuat inti. Situasi serupa terjadi di SEA Games 2013. Faktanya, Syamsir memang tampil di bawah ekspektasi RD. Di masa seleksi Timnas Indonesia U-23, ia mandul gol. Pada 2013, Syamsir membuat sensasi saat digaet klub asal Amerika, DC United. Klub itu dimiliki pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Tetapi, kesempatan emas berkarier di kompetisi MLS tak dimanfaatkan secara baik oleh sang pemain. Selama semusim di Washington DC, Syamsir lebih sering hanya ikut latihan saja di DC United. Namanya tidak pernah masuk line-up. Pulang ke Tanah Air, Syamsir bergabung dengan Sriwijaya FC. Hanya, embel-embel berguru di CS Vise tak membuat sang penyerang mudah menembus posisi inti. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan. Karena frustrasi, Syamsir yang beberapa kali terlibat asmara dengan artis, memilih pindah ke Persipasi Bandung Raya di awal 2015. Apesnya kompetisi Indonesia Super League 2015 terhenti pada bulan April, imbas konflik antara PSSI dengan Kemenpora. Syamsir praktis menganggur setelah ISL vakum. Saat PBR tampil di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, namanya tidak tercantum dalam daftar pemain. Kiprah terakhir Syamsir adalah bersama Persiba Balikpapan pada Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Setelah itu, ia banting setir menjadi artis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya