Liputan6.com, Jakarta Tidak mudah mempertahankan eksistensi hingga melampaui 3 dasawarsa. Hanya segelintir band yang mampu melakukannya. Kahitna satu dari yang sedikit itu. Didirikan pada 24 Juni 1986 di Bandung, Jawa Barat, Kahitna telah melahirkan 8 album sukses.
Kiprah Kahitna yang dipayungi Musica Studios dimulai saat merekam album Cerita Cinta pada 1994. Album debut Kahitna itu melahirkan dua hit besar, “Cerita Cinta” dan “Seandainya Aku Bisa Terbang.”
Advertisement
Kahitna kini dimotori Yovie Widianto, Carlo Saba, Hedi Yunus, Mario Ginanjar, Bambang Purwono, Dody Is, Andrie Bajuadjie, Budiana Nugraha, dan Harry Sudirman. Merayakan ulang tahun ke-34 semalam, Showbiz Liputan6.com merilis 6 hit besar Kahitna yang menembus ruang dan waktu. Simaklah.
1. Cerita Cinta
Heey yee iyee iyee ye ye ye ye! Dari intronya saja kita bisa membayangkan betapa gembiranya hati yang jatuh cinta. Dibawakan dengan groovy oleh Ronni Waluya, Carlo Saba, dan Hedi Yunus, keceriaan lagu ini ajaibnya tak terasa jadul saat dibawakan 10 atau 30 tahun kemudian.
Selain susunan melodi dinamis, resepnya terletak pada lirik buatan Yovie. Kapanpun Anda jatuh cinta, rasanya ya, “Kini rindu yang kupunya hanya untukmu hanya padamu. Apabila kita memang mesti bersatu, mengapa harus ragu?”
2. Cantik
“Cantik,” saat para vokalis Kahitna menyapa demikian, penonton tanpa dikomando menjawab, “Apa?” Tembang ini seolah sekuel “Cerita Cinta” yang meledak dua tahun sebelumnya. “Cerita Cinta” menggambarkan rasa sayang dan harapan akan sebuah hubungan.
“Cantik” memperlihatkan keberanian untuk menyatakan. Sebuah sukses yang berulang dengan benang merah sama. Hanya, notasi dan lirik yang digurat Yovie terasa lebih maju.
3. Andai Dia Tahu
Dosa besar kalau membahas Kahitna tanpa menyisipkan pusaka balada yang dijadikan track penutup album Kahitna, II. “Andai Dia Tahu” sinonim galaunya jatuh cinta namun tak berani mengungkapkan.
Digulir dengan tempo medium plus susunan melodi yang tak mengharuskan penyanyinya melakukan akrobatik vokal, lagu ini menetapkan standar baru sakitnya cinta dalam hati saja yang kemudian dipakai generasi setelahnya. Akhir lagu ini seindah adegan penutup film drama romantis, “Oh Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku…” Silakan lanjutkan sendiri liriknya.