7 Kontroversi Mario Ballotelli, Injak Kepala Lawan Hingga Duel Lawan Pelatih

Mario Balotelli pernah menjadi harapan utama Italia

oleh Erwin FitriansyahDiterbitkan 11 Juni 2020, 17:00 WIB
Gaya Mario Balotelli saat menghadiri acara Fashion For Relief Cannes di sela-sela Festival Film Cannes edisi ke-71 di Cannes Mandelieu Aeroport, Prancis selatan pada 13 Mei 2018. Super Mario berjanji akan tampil sebaik mungkin demi membawa Brescia bertahan di Serie A. (AFP Photo/Yann Coatsaliou)

Jakarta - Mario Balotelli pernah menjadi harapan utama Italia. Terlebih setelah dirinya mendapat gelar Golden Boy pada 2010 kala memperkuat Inter Milan.

Trofi Golden Boy pertama kali diberikan pada 2003 dan diinisiasi oleh media Italia, Tuttosport. Penghargaan ini diberikan untuk pemain yang masih berusia di bawah 21 tahun.

Sejak meraih gelar tersebut, Mario Balotelli diharapkan bisa menjadi andalan buat Timnas Italia. Ia dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni buat meneruskan kejayaan striker hebat Italia macam Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Christian Vieri, atau Luca Toni.

Namun harapan tersebut tak pernah benar-benar menjadi kenyataan. Balotelli lebih sering berulah, di dalam maupun luar lapangan. Akibatnya, kariernya tak pernah benar-benar cemerlang.

Kasus terakhir yang dialami Balotelli terjadi di Brescia. Manajemen klub asal Italia itu kesal karena Balotelli mangkir dalam dua kali sesi latihan yang digelar untuk persiapan bergulirnya kembali Liga Italia. Akibatnya, Mario Balotelli dikabarkan dipecat dan akhirnya dilarang masuk ke tempat latihan pada Selasa (9/6/2020) waktu setempat.

Kasus di Brescia menambah panjang deretan kontroversi yang pernah dibuat pemain berjuluk Super Mario itu. Apa saja kontroversi yang pernah dilakukan sebelumnya? Berikut rangkumannya:


1. Kecelakaan Mobil di Manchester (Agustus 2010)

Marco Materazzi mendukung Mario Balotelli kembali memperkuat Timnas Italia karena mampu tampil tajam bersama Nice dalam dua musim terakhir. (AFP/Valery Hache)

Balotelli pindah dari Inter Milan ke Manchester City pada 2010. Sorotan langsung diarahkan kepada dirinya lantaran saat itu Balotelli dinilai sebagai rising star seiring dengan penghargaan trofi Golden Boy yang diraihnya.

Namun belum lama berada di Inggris ia langsung terlibat kasus. Saat menuju ke tempat latihan tim Manchester City, Balotelli yang mengendarai mobil Audi N8 mengalami kecelakaan. Meski tak mengalami luka serius, polisi sempat menyelidiki Balotelli karena ia kedapatan membawa uang tunai sebanyak 5000 Poundsterling (sekitar Rp 90 juta).

Jumlah uang yang cukup banyak untuk dibawa secara tunai. Saat ditanyai polisi, Balotelli menjawab santai: saya kaya. Nyata tapi mengesalkan bukan?


2. Homesick, Menghina Manchester, Menyanjung Liverpool (Januari 2011)

Mario Balotelli - Mario Balotelli termasuk pemain Liverpool yang gagal karena kegemilangannya bersama Manchester City tak muncul ketika berseragam The Reds. Selama membela Liverpool dari 2014-2016, Balotelli hanya tampil 28 kali dan mencetak 4 gol. (AFP/Paul Ellis)

Balotelli memberikan pernyataan kontroversial saat diwawancara oleh sebuah stasiun TV Italia. Ia mengeluhkan kehidupannya di Manchester.

"Tak ada masalah dengan pelatih dan rekan setim di City. Tapi saya merindukan rumah dan keluarga. Saya tidak suka Manchester. Kota itu tak masuk dalam selera saya. Liverpool mungkin lebih menjanjikan," kata Balotelli.

Lanjut Baca:

Balotelli akhirnya pernah dikontrak oleh Liverpool pada musim kompetisi 2014-2016. Pada musim terakhir, Liverpool memutuskan untuk meminjamkan Balotelli ke AC Milan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya