5 Penyakit Kronis yang Menggerogoti Barcelona Musim Ini

Menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat, Quique Setien mendapat warisan berupa aneka masalah di klub barunya.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 10 Juni 2020, 03:00 WIB
3 pemain Barcelona: Luis Suarez, Antoine Griezmann dan Lionel Messi. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta - Quique Setien menjadi pelatih Barcelona Januari lalu. Menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat, dia mendapat warisan berupa aneka masalah di klub barunya.

Keputusan Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai pelatih baru bisa dibilang cukup megejutkan. Sosok berusia 61 tahun bukanlah sosok yang populer.

Apalagi sebelum ditunjuk sebagai pelatih Los Cules, Setien sedang tidak melatih klub manapun. Klub terakhir yang ditangani Setien ialah Real Betis sebelum didepak manajemen klub tersebut.

Kini, Quique Setien resmi menjadi juru taktik Lionel Messi dkk. Sederet tugas berat sudah menanti Setien.

Quique Setien dituntut membuat Barcelona kembali berjaya, baik di kancah domestik maupun Eropa. Kali terakhir El Barca merengkuh trofi bergengsi Eropa, Liga Champions, pada musim 2014-2015.

Setelah itu performa Barcelona justru menurun. El Barca kerap terhenti di babak perempat final, terutama dalam tiga musim terakhir.

Setien paling tidak bisa mempertahan posisi puncak klasemen La Liga sehingga bisa kembali mempertahan gelar juara yang diraih Ernesto Valverde secara berturut-turut. Bisakah sang bos baru melakukan itu? Jelas tidak mudah. Sudah terlalu banyak masalah pelik menimpa Barcelona.

Apa-apa saja masalah klub satu ini? Simak ulasan di bawah ini.


Manajemen yang Amburadul

Josep Maria Bartomeu (LLUIS GENE / AFP)

Dua mantan pemain Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandes, pernah menolak jabatan bersama mantan klubnya tersebut. Satu di antara alasan yang membuat dua legenda tersebut menolak mengambil jabatan di El Barca ialah kekacauan politik klub.

Kondisi tersebut juga yang membuat Pep Guardiola memilih pergi dari Camp Nou. Seperti diketahui, Josep Maria Bartomeu membuat beberapa keputusan kontroversial selama menjabat posisi presiden di Barcelona.

Satu di antara kebijakan yang paling banyak menuai sorotan ialah saat membiarkan Neymar hengkang ke Paris-Saint Germain. Sikap Bartomeu tersebut langsung membuat publik geram.

Saat ini, Bartomeu sedang dalam periode keduanya menjabat sebagai Presiden. Bukan tidak mungkin akan ada babak politik baru di tubuh Barcelona.

Setien harus bisa mengatasi pengaruh berat di luar lapangan.


Permainan Tiki-taka yang Mulai Usang

Gelandang Barcelona, Arthur Melo, berusaha melewati pemain Real Betis, Tello, pada laga La Liga 2019 di Stadion Benito Villamarin, Minggu (17/3). Barcelona menang 4-1 atas Real Betis. (AP/Miguel Morenatti)

Barcelona dikenal dengan penguasaan bola. Terutama saat El Barca berada di bawah kendali Pep Guardiola.

Lanjut Baca:

Namun, perlahan tapi pasti ciri khas tersebut mulai hilang. Setelah Guardiola pergi, beberapa pelatih seperti Tata Martino, Luis Enrique dan Ernesto Valverde dianggap tidak memiliki prinsip sepak bola yang sama dengan Guardiola. Di sisi lain, Setien memang tak sepopuler dengan para pelatih sebelumnya. Namun, Setien paling tidak bisa mengembalikan ciri khas permainan Barcelona yag mengandalkan penguasaan bola. Banyak yang berharap Setien bisa kembali membuat Barcelona menerapkan taktik tiki-taka. Seperti diketahui, tiki-taka menjadi satu di antara taktik yang paling disukai penggemar Barcelona. Hanya Setien bukanlah tukang sulap. Realitanya Barcelona saat ini tak punya banyak pemain yang bisa memainkan permainan tersebut. La Masia tengah paceklik mencetak pemain berkualitas setelah era emas Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta. Di sisi lain strategi tiki-taka mulai gampang dibaca lawan. Gaya pressing ketat ala Jurgen Klopp di semifinal Liga Champions musim lalu meluluh-lantahkan permainan indah legendaris milik Barcelona ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya