Sambut Lebaran, Dua Bintang NBA Cerita Pengalaman Seru Jalani Ibadah Puasa

Kedua pemain dari klub Boston Celtics itu berbagi pengalaman seru menjalani ibadah puasa.

oleh ThomasDiterbitkan 24 Mei 2020, 06:00 WIB
Dua Pemain Muslim NBA Enes Kanter dan Tacko Fall (Dok NBA)

Liputan6.com, Boston- Umat Islam di seluruh dunia merayakan hari kemenangan, Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5/2020). Perayaan Lebaran kali ini sedikit berbeda dibanding biasanya. Pasalnya berlangsung di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Pandemi global telah mengubah cara umat Muslim di dunia dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Lebaran Tidak ada perayaan maupun ibadah bersama, mengingat pemerintah telah meniadakan kegiatan ibadah di masjid guna mengurangi penyebaran virus corona covid-19.

Dua pemain NBA beragama Islam, Tacko Fall dan Enes Kanter pun harus menyesuaikan diri dengan normal baru (new normal) dalam menjalankan ibadah puasa pada tahun ini.

Beberapa waktu lalu, kedua pemain dari klub Boston Celtics itu berbagi pengalaman seru menjalani ibadah puasa selama tinggal di Amerika Serikat.

Yuk, simak beberapa hal menarik yang dibahas oleh Tacko dan Enes Kanter mengenai ibadah puasa:

 

 

 


Sekilas cerita tentang masa kecil Tacko Fall di bulan Ramadan

Enes Kanter memberikan Coaching Clinic kepada peserta Indonesia Basketball Academy di Britama Arena, Jakarta, Kamis (18/5/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Ramadan di Senegal merupakan momen spesial untuk Tacko karena penuh dengan memori masa kecil yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

“Saat Ramadan tiba, kamu bisa langsung merasakannya. Suasana seketika berubah. Terutama ketika orang-orang di sekitarmu juga berpuasa,” ucap pemain tertinggi NBA tersebut.

Tacko mengenang suasana Ramadan di kampung halamannya di mana semua orang melakukan rutinitas yang sama, seperti bangun pagi untuk sahur, berpuasa sehari penuh, buka puasa, dan beribadah di Masjid bersama teman-teman.

 


Pergulatan batin atlet-atlet yang berpuasa di bulan Ramadan

Enes Kanter (AP)

Banyak dari kita mungkin bertanya-tanya tentang bagaimana seorang atlet dapat menjalankan puasanya. Haruskah kita berpuasa saat harus berlatih untuk pertandingan? Tacko mengaku dirinya beberapa kali mengalami kesulitan dalam memutuskan untuk berpuasa di tengah musim NBA.

“Tahun lalu, beberapa kali (saya menanyakan diri sendiri untuk berpuasa atau tidak). Waktu itu saya terlalu banyak berpikir karena saya harus melakukan banyak hal,” ungkap Tacko. “Sekarang, saya berpuasa dan juga berolahraga. Beberapa hari lalu, saya pun berlari dan ternyata merasa lebih baik,” lanjutnya. Dengan kata lain, Tacko menyadari pentingnya pola pikir yang benar.

Serupa dengan Tacko, Enes juga berbagi pengalaman berpuasanya ketika ia harus bertanding pada musim playoff NBA. Itulah pentingnya memusatkan perhatian dan mengalihkan fokus kita dari hal-hal kecil. Kuncinya adalah mempunyai pola pikir yang benar, bahwa kita bisa pergi, bermain, dan menunjukan pada dunia jika kita bisa melakukannya.

Lanjut Baca:

Untuk memastikan tubuh memiliki energi yang cukup, kita perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Enes dan Tacko mengaku banyak mengonsumsi kurma dan minuman berprotein saat sahur agar tetap memiliki nutrisi dan energi yang cukup untuk beraktivitas. Mereka juga menyarankan agar kita tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat saat sahur karena itu akan memaksa tubuh bekerja lebih keras dalam mencernanya. Itu yang kemudian membuat tubuh menjadi lebih mudah merasa lelah.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya