Jakarta - Pertandingan laga tandang selalu tak mudah buat tim manapun. Namun, ada tim Liga 1 yang mampu meraup banyak poin dalam laga yang digelar di markas lawan.
Predikat tim yang paling banyak mencuri poin dari kandang lawan dimiliki Bhayangkara FC. Sejak Liga 1 2017, Bhayangkara FC sudah mengumpulkan 80 poin dari laga tandang.
Advertisement
Rinciannya adalah klub berjuluk The Guardians itu berhasil meraih 24 kemenangan, 8 kali imbang, dan 21 kali kalah dari jumlah 52 laga yang dimainkan. Bhayangkara FC mencetak 77 gol di kandang lawan, namun kemasukan 74 kali.
Ketangguhan Bhayangkara FC di kandang lawan berbuah 1 trofi di Liga 1 2017. Ketika itu, pasukan Simon McMenemy berhasil menjelma menjadi tim tangguh, tidak hanya di kandang melainkan saat menjalani laga tandang. Bhayangkara FC ketika itu berhasil memenangi sembilan pertandingan, meraih dua kali imbang, dan enam kali kalah sebagai tim tamu.
"Ini masalah mental dan bisa dilatih bagaimana mereka mengatasi hal ini. Ketika mereka sudah tahu, itu akan membuat pemain merasa percaya diri ketika bermain," kata Simon McMenemy ketika itu.
Pada Liga 1 2018, Bhayangkara FC juga berhasil mendulang banyak kemenangan dalam laga tandang, yakni sebanyak 7 kali. Namun, jumlah catatan kekalahan juga banyak yakni mencapai 10 kali.
Adapun pada Liga 1 2019, Bhayangkara FC yang sudah diasuh Paul Munster juga berhasil mempertahankan tren tangguh di kandang lawan. Klub berjuluk The Guardians itu memenangi delapan laga dari 17 laga tandang dan menjadi klub yang paling banyak mencuri poin di markas lawan.
Diikuti Bali United dan Persija
Sementara itu, di bawah Bhayangkara FC ada Bali United yang berhasil mengumpulkan 63 poin dari laga tandang di Liga 1. Jumlah tersebut dikumpulkan berkat 16 kemenangan, 15 kali imbang, dan 21 kali.
Bali United tercatat mencetak 60 gol dan kemasukan 73 kali. Ketangguhan Bali United dalam laga tandang terbukti sejalan dengan prestasi di liga.
Pada 2017, Bali United berhasil menjadi runner-up liga. Adapun titik kesuksesan Bali United terjadi pada 2019 di bawah asuhan Stefano Cugurra Teco ketika menjuarai liga.