Isolasi Satu Banjar di Bali Usai, Warga Kembali Beraktivitas Normal

Mereka diisolasi lantaran paparan Virus Corona dalam jumlah besar

oleh Dewi Divianta diperbarui 09 Jun 2020, 04:07 WIB
Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol HTL turun langsung bersama relawan membagikan makanan di hari terakhir isolasi Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Liputan6.com, Denpasar 14 hari sudah Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli menjalani isolasi wilayah. Selama itu, warga sama sekali tak diperkenankan keluar rumah mereka. Pintu-pintu masuk banjar dijaga ketat personel gabungan TNI, Polri, pecalang, relawan dan instansi terkait lainnya.

Namun kini warga bisa kembali beraktivitas secara normal. Isolasi wilayah sesuai protokol kesehatan COVID-19 telah mereka jalani.

“Kemarin adalah hari terakhir warga di Banjar Serokadan sebanyak 2.600 jiwa lebih menjalani isolasi. Hari ini warga sudah diperkenankan kembali beraktivitas normal seperti biasa,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono, Jumat (14/5/2020).

Letkol Teddy yang juga Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli itu tetap mengimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan Corona COVID-19 sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu merinci di antaranya adalah warga harus tetap menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan hal lainnya.

“Kami juga mengimbau agar warga segera melaporkan kepada instansi terkait jika ada keluhan yang berkaitan dengan COVID-19 agar dapat segera ditangani,” kata Letkol HTL.

Banjar Serokadan harus diisolasi setelah satu orang warga menularkan kepada delapan orang warga lainnya. Pemerintah Kabupaten Bangli pun memutuskan untuk melakukan isolasi wilayah sembari dilakukan rapid test kepada 2.600 lebih warga.

Hasil awal cukup mencengangkan, di mana terdapat 443 warga dinyatakan reaktif (positif) Virus Corona atau COVID-19. Namun, dari hasil rapid test ulang dan tes SWAB menggunakan metode PCR, hasilnya berubah non-reaktif (negatif).

Untuk mengantisipasi penularan transmisi lokal dalam jumlah besar, isolasi wilayah tetap dilakukan. Kebutuhan gizi dan pangan warga pun dipasok melalui dapur umum yang didirikan Kodim 1626/Bangli.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya