Ekspor April 2020 Turun, Logam Mulia dan Perhiasan Tetap Naik

BPS melaporkan ekspor Indonesia pada April 2020 mengalami penurunan sebesar 13,33 persen dibanding bulan sebelumnya Maret 2020

oleh Liputan6.comDiterbitkan 15 Mei 2020, 12:00 WIB
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia pada April 2020 mengalami penurunan sebesar 13,33 persen dibanding bulan sebelumnya Maret 2020. Ekspor April tercatat sebesar USD 12,19 miliar sedangkan pada bulan sebelumnya ekspor sebesar USD 14,07 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan meski posisi ekpor secara volume mengalami penurunan sebesar 13,33 persen namun ada beberapa ekspor non migas mencatatakan tren pertumbuhan. Di mana menurut golongan barang HS dua digit nilai ekspor logam mulia, perhiasan atau permata.

"Berdasarkan HS dua digit yang meningkat cukup besar adalah logam mulia, perhiasan/permata pada April masih alami peningkatan ekspor USD 92,9 juta atau naik 11,03 persen ditujukan ke Singapura, Swiss dan Hongkong," kata dia dalam video conference di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Kemudian, golongan barang lainnya juga mengalami peningkatan ekspor adalah jenis barang HS 47 yakni pulp dari kayu. Kelompok barang ini mengalami peningkatan sebesar 30 persen atau senilai USD 50,9 juta pada posisi April 2020. "Dan utamnaya ke Tiongkok, Korea Selatan dan Turki," imbuh dia.

 

Kenaikan Lainnya

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Kenaikan lainnya juga terjadi di kelompok barang HS 39 yaitu plastik dan barang dari plastik. Tercatat pada April 2020 kelompok barang ini mengalami peningkatan sebesar 18,87 persen atau setara dengan nilai USD 40 juta. Adapun negara tujuannya adalah Tingkok, Jepang dan Amerika Serikat.

"Ekspor berbagai makanan olahan juga masih meningkat dan olahan dari tepung yang ekspornya kita tujukan ke Tionkgok, Malaysia dan Filipina," jelas dia.

Sementara itu, jika dilihat dari kenegaraanya, ekspor non migas menurut negara tujuan ekspor Indonesia pada April 2020 tercatat Tiongkok menjadi yang paling terbesar yakni USD 2,2 miliar. Kemudian selanjutnya diikuti oleh Amerika Serikat dan Jepang dimana masing-masing nilai total ekspor nya mencapai USD 1,2 miliar dan USD 1,0 miliar.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya