Liputan6.com, Binjai: Korban tewas akibat Insiden Binjai, Sumatra Utara, bertambah menjadi delapan orang menyusul ditemukannya dua anggota Kepolisian Resor Langkat, Rabu (2/10) pukul 09.00 WIB. Korban susulan teridentifikasi bernama Brigadir Polisi Ridwan bin Hayat anggota Satuan Lalu Lintas dan Brigadir Satria Sembiring anggota Intelijen Polres Langkat. Kedua jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Binjai untuk divisum. Menyusul temuan ini, jumlah polisi yang tewas dalam bentrokan itu menjadi enam orang. Empat korban sebelumnya dari satuan Brigade Mobil [baca: Lima Anggota Brimob Polda Sumut Tewas].
Mayat Ridwan dan Satria ditemukan di sungai yang berada di belakang Mapolres Langkat. Namun, di tubuh korban tidak ditemukan luka bekas tembakan maupun penganiayaan. Diduga, korban menceburkan diri ke sungai dan tenggelam saat terjadi penyerangan oleh Batalyon Lintas Udara 100/Putra Setia Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat ke Mapolres Langkat, dua hari silam. Setelah divisum mayat Ridwan dan Satria akan dimakamkan Rabu siang ini. Sementara itu, situasi di Binjai, kini mulai berjalan normal. Namun, aktivitas di Mapolres Langkat belum tampak karena kondisi bangunan masih porak poranda.(DEN/Chaerul Dharma)
Mayat Ridwan dan Satria ditemukan di sungai yang berada di belakang Mapolres Langkat. Namun, di tubuh korban tidak ditemukan luka bekas tembakan maupun penganiayaan. Diduga, korban menceburkan diri ke sungai dan tenggelam saat terjadi penyerangan oleh Batalyon Lintas Udara 100/Putra Setia Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat ke Mapolres Langkat, dua hari silam. Setelah divisum mayat Ridwan dan Satria akan dimakamkan Rabu siang ini. Sementara itu, situasi di Binjai, kini mulai berjalan normal. Namun, aktivitas di Mapolres Langkat belum tampak karena kondisi bangunan masih porak poranda.(DEN/Chaerul Dharma)