Dalam Suasana Berduka, Mayweather Jr Bertekad Bantu Dunia Hadapi Covid-19

Floyd Mayweather Jr akhirnya buka suara mengenai rasa duka yang dialami dan tekadnya membantu dunia menghadapi Covid-19.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 28 April 2020, 20:10 WIB
Floyd Mayweather Jr saat tengah berlatih bersama pamannya, Roger Mayweather. (JOHN GURZINSKI / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Floyd Mayweather Jr akhirnya muncul ke publik setelah diterpa dua kabar duka dalam sepekan pada bulan lalu. Mantan juara dunia tinju lima kelas berbeda itu tidak hanya menyampaikan kesedihan yang dialami, tapi juga tentang pandemi virus Corona Covid-19 yang melanda dunia.

Awan mendung menyelimuti kehidupan Mayweather Jr pada awal Maret lalu. Kabar duka pertama datang dari mantan kekasih yang juga ibu ketiga anaknya, Josie Harris. Wanita yang tinggal di California, itu ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir dekat rumahya pada 10 Maret 2020.

Hanya enam hari berselang, giliran Roger Mayweather Jr yang tutup usia. Roger merupakan paman sekaligus pelatih Mayweather Jr yang punya andil cukup besar dalam perjalanan karier tinjunya. Roger yang berusia 59 tahun meninggal setelah berjuang cukup lama dengan penyakit parkinson.

Di saat yang bersamaan, Mayweather Jr juga harus menghadapi kenyataan di mana dunia tengah menghadapi pandemi virus Corona Covid-19 yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan tapi juga berbagai sendi kehidupan manusia. Virus ini telah membunuh lebih dari 200 ribu orang di dunia.

"Apa yang ingin saya bicarakan adalah tentang....Saya belum punya kesempatan untuk keluar dan benar-benar bicara kepada dunia, kepada orang-orang," ujar Mayweather Jr memecah kebisuannya melalui rekaman video yang diunggah di akun media sosial Instagram-nya.

"Saya baru saja menghadapi banyak hal. Mulai dari kehilangan ibu dari anak-anakku. Dia pasanganku yang penting. Dia wanita dan sosok yang luar biasa. Kemudian saya kehilangan paman sekaligus pelatihku Roger Mayweather," ujar Mayweather Jr menambahkan.

"Saya menghadapi banyak hal dan sama sekali belum dapat kesempatan untuk bicara. Saya juga terpengaruh dengan ini . Sangat menyakitkan melihat apa yang dialami dunia saat ini (pandemi Covid-19). Namun saya ingin kita semua bersatu dan tetap berharap. Tidak ada yang sempurna. Saya juga tidak sempurna dan saya berusaha untuk menjadi lebih baik. Tapi tidak ada yang sempurna. Saya melakukan kesalahan sepanjang waktu. Satu-satunya hal yang dapat saya coba lakukan adalah membantu dunia ini menjadi tempat yang lebih baik," beber pria berusia 43 tahun tersebut.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya