14 Bintang Sepak Bola yang Jadi Pengkhianat, Ada Torres hingga Campbell

Di kancah sepak bola dunia, ada beberapa pemain bintang yang masuk daftar pemain yang paling dibenci fans karena dianggap berkhianat.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 April 2020, 20:15 WIB
Fernando Torres - Torres mencatatkan masa keemasnya saat bersama Liverpool. Bergabung Liverpool pada 2017, Torres langsung menjadi pencetak gol terbanyak klub di musim pertamanya dan menempatkannya di posisi kelima daftar pencetak gol terbanyak tim di Liga Inggris. (AFP/Paul Ellis)

Jakarta- Beberapa pemain sepak bola dikenal loyalitas tinggi pada klub yang dibelanya. Bahkan ada sejumlah pemain yang cuma bermain untuk satu klub.

Pemain berlabel sangat loyal itu antara lain Gary Neville, Ryan Giggs, Javier Zanetti, Paolo Maldini, hingga Francesco Totti. Mereka akhirnya menjadi simbol-simbol loyalitas di kancah sepak bola.

Seperti kehidupan yang harus seimbang, prinsip yang sama juga berlaku di sepak bola. Jika ada beberapa pemain yang loyal, maka ada pula sosok-sosok dicap tak setia, bahkan dilabeli pengkhianat.

Label pengkhiatan tentu saja tak disematkan begitu saja. Ada alasan kuat yang membuat suporter melabeli pemain sebagai seorang pengkhianat.

Di kancah sepak bola dunia, ada beberapa pemain bintang yang masuk daftar pemain yang paling dibenci fans karena dianggap berkhianat.

Siapa saja mereka? Berikut 14 pemain sepak bola yang dicap pengkhianat seperti dilansir dari berbagai sumber.

 

 


14. Fernando Torres

Fernando Torres - Nama Fernando Torres sangat dikenal ketika bermain untuk Liverpool. Kepindahaannya ke Chelsea pada 2011 justru membuat performanya semakin menurun. Selama berseragam Chelsea, Torres hanya mencetak 20 gol dari 110 penampilannya. (AFP/Glyn kirk)

Fernando Torres tidak pindah ke klub yang menjadi musim terbesar Liverpool, yaitu Everton atau Manchester United. Tapi, dia menodai warisannya di Liverpool dengan pindah ke Chelsea pada 2011, di tengah musim yang buruk bagi The Reds.

Dia memang memberikan keuntungan yang besar karena Liverpool mendapatkan 50 juta pounds dari transfer tersebut. Namun, The Reds gagal menemukan pengganti yang sepadan dengan Torres.

Karier Torres di Chelsea tak berjalan mulus. Dia tak lagi menunjukkan ketajaman menakutkan seperti saat memperkuat Liverpool.

Jauh setelah itu, Torres mengakui kehidupan di Liverpool benar-benar lebih nyaman ketimbang di London bersama Chelsea.

 

 


13. Michael Owen

Michael Owen ketika bermain untuk Liverpool. (AFP/Paul Barker)

Berbeda dengan Torres, Michael Owen dianggap melanggar batas karena pindah ke Manchester United, yang merupakan rival tersengit Liverpool.

Pada akhir 1990-an hingga 2004, Owen menjadi pujaan fans The Reds, bahkan telah dilabeli legenda klub.

Dia sebenarnya tidak pindah langsung dari Liverpool ke MU, tapi tetap saja dianggap dosa besar. Owen sempat bertualang ke Real Madrid dan Newcastle United, sebelum mengiyakan pinangan Setan Merah pada 2009. Fans Liverpool benar-benar tidak bisa menerima dan mencapnya sebagai pengkhianat.

Lanjut Baca:

Di Manchester United, Owen lebih banyak melakoni peran sebagai pemain cadangan. Namun, tetap saja dia mencatatkan momen gemilang, satu di antaranya mencetak gol pada Derbi Manchester di musim 2009-2010. Di Old Trafford Owen juga berhasil mencicipi gelar yang tak didapatnya saat di Liverpool, yaitu trofi Premier League.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya