FOTO: 90 Persen Angkutan Umum DKI Jakarta Setop Operasi Akibat Covid-19

Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan hanya 10 persen dari 85.900 kendaraan yang masih beroperasi selama pandemi Corona atau Covid-19.

oleh Johan Fatzry diperbarui 21 Apr 2020, 15:30 WIB
90 Persen Angkutan Umum DKI Jakarta Setop Operasi Akibat Covid-19
Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan hanya 10 persen dari 85.900 kendaraan yang masih beroperasi selama pandemi Corona atau Covid-19.
Sejumlah angkutan umum terparkir saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Ketua DPP Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan hanya 10 persen dari 85.900 kendaraan yang masih beroperasi selama pandemi Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sopir angkutan umum saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Pengusaha angkutan umum lebih memilih untuk mengandangkan kendaraannya akibat penerapan PSBB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah angkutan umum terparkir saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Ketua DPP Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan hanya 10 persen dari 85.900 kendaraan yang masih beroperasi selama pandemi Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sopir angkutan umum saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Pengusaha angkutan umum lebih memilih untuk mengandangkan kendaraannya akibat penerapan PSBB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah angkutan umum terparkir saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Ketua DPP Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan hanya 10 persen dari 85.900 kendaraan yang masih beroperasi selama pandemi Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sopir angkutan umum saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Pengusaha angkutan umum lebih memilih untuk mengandangkan kendaraannya akibat penerapan PSBB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya