Jakarta - Ramadan 1441 Hijriah akan tiba pada Jumat (24/4/2020). Umat muslim sedunia pun akan berjumpa lagi dengan Bulan Suci, Bulan Ramadan.
Tak hanya menyiapkan mental untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar di Bulan Ramadan, umat muslim juga harus menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.
Advertisement
Terlebih tantangan umat muslim menjalani ibadah puasa kali ini cukup berat karena dilakukan di tengah pandemi COVID-19 yang menghantam hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Untuk menjaga tubuh tetap kuat dan sehat selama puasa Ramadan, kita harus menjaga pola hidup sehat, seperti dengan rutin berolahraga, yang tetap dilakukan sesuai protokol pencegahan virus corona yang diberikan Pemerintah dan lembaga terkait.
Selain itu, mengonsumsi makan sehat saat sahur maupun berbuka puasa.
Dari sekian banyak jenis makanan dan minuman, ada beberapa di antaranya yang direkomendasikan untuk menjadi teman dalam bersantap sahur serta berbuka puasa. Jenis makanan ini disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits.
Satu yang terkenal adalah kurma. Namun, ada jenis makanan lain yang bisa memberikan dampak bagus bagi kesehatan apabila dikonsumsi saat sahur atau berbuka puasa selama Ramadan dan layak disebut sebagai 'superfoods'.
Berikut jenis makanan tersebut, seperti dirangkum dari Fimela, Senin (20/4/2020)
1. Minyak Zaitun
Minyak zaitun memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi kesehatan tubuh melainkan juga berbagai macam perawatan kecantikan. Minyak zaitun mengandung lemak "baik" atau lemak tak jenuh tunggal, yang menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi kadar kolesterol "jahat" (LDL) dalam darah.
Selain mengurangi kadar kolesterol LDL, konsumsi minyak zaitun juga secara menguntungkan memengaruhi faktor risiko lain untuk penyakit jantung termasuk metabolisme lipoprotein, kerusakan oksidatif, peradangan, dan lain sebagainya.
Menurut para ahli, hanya mengonsumsi dua sendok makan minyak zaitun setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa di negara-negara penghasil minyak zaitun, tingkat kanker lebih rendah daripada di negara-negara yang tidak memilikinya.
Ada beberapa komponen minyak zaitun yang mungkin memiliki efek antikanker, termasuk vitamin E. Minyak zaitun extra virgin atau virgin bahkan mengandung antioksidan tingkat tinggi.