10 Pemain Top yang Jilat Ludahnya Sendiri Soal Kontroversi di Bursa Transfer

Berikut ini 10 pemain yang menjilat ludahnya sendiri pada bursa transfer pemain.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 18 April 2020, 19:00 WIB
Arturo Vidal (kiri atas), Alan Smith (kanan atas), dan Thierry Henry. (AP/AFP)

Jakarta - Penggemar sepak bola dunia biasanya tak pernah benar-benar kesepian meskipun kompetisi sedang memasuki masa libur, terutama yang berdurasi panjang seperti pada musim panas. Jika biasanya perhatian tersedot ke lapangan, pada musim panas suporter akan memalingkan fokus ke bursa transfer pemain. 

Bursa transfer pemain di Eropa terbagi dalam dua sesi, pada Januari dan musim panas. Tentu saja, bursa transfer musim panas lebih menarik disimak, karena biasanya penuh manuver dan drama. 

Bursa transfer pemain selalu menarik diikuti. Riuh, penuh klaim, spekulasi, maupun perang urat syaraf dari pemain, klub, serta kadang kala dibumbui manuver para agen. 

Tak sedikit kontroversi muncul sepanjang bursa pemain. Ada kalanya kontroversial tersebut datang langsung dari pemain, pihak klub, atau klaim dari media yang menggunakan sumber yang terpercaya. 

Sepanjang sejarah transfer muncul beberapa momen menarik yang sulit diabaikan begitu saja. Pemain mungkin harus belajar berkomentar tentang masa depan dirinya. 

Sejarah membuktikan sejumlah pemain harus menjilat ludahnya atas kontroversi ucapannya di bursa transfer setelah berselang beberapa saat. Kisah menarik seperti ini pernah menimpa beberapa pemain top seperti Thierry Henry, Alan Smith, Samuel Eto'o hingga Arturo Vidal. 

Berikut ini 10 pemain yang menjilat ludahnya sendiri pada bursa transfer pemain, seperti dilansir Four Four Two.  

 


1. Samuel Eto'o

(AFP/Karim Sahib)

Menyusul duel kontroversial di babak 16 besar Liga Champions antara Barcelona dan Chelsea pada 2005, Eto'o tak menutupi perasaannya tentang bos The Blues, Jose Mourinho.

"Tak mungkin saya akan gabung ke tim yang dilatih Mourinho. Dia merusak segalanya dengan kelakuannya pada dua laga antara dua tim ini," kata Eto'o.

Sebelum pertandingan kedua tim, dia bahkan sempat berkomentar pedas. "Saya lebih memilih menjual kacang tanah di desa saya ketimbang bermain untuk tim yang menyedihkan seperti Chelsea."

Eto'o kemudian membuka konfrontasi dengan Mourinho. Dia mengetahui Mourinho merupakan sosok yang hebat dan juga pelatih luar biasa, tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Empat tahun berselang Eto'o harus menelan semua ucapannya. Eto'o direkrut Mourinho untuk gabung ke Inter Milan pada 2009, kemudian memenangi treble yang bersejarah pada musim pertamanya. Dia juga kembali mengikuti Mourinho dengan merapat ke Chelsea pada 2013.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya