Liputan6.com, Jakarta “Apa yang rasanya ingin Pak Syam lakukan, begitu?” tanya Najwa Shihab kepada narasumbernya, sopir mobil jenazah dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta, Muhammad Nursyamsurya. Belum sempat narasumber menjawab, Najwa Shihab menajamkan pertanyaannya.
“Apa yang betul-betul ada dalam hati, gemas begitu, ketika lagi membawa mobil jenazah ambulans tetapi melihat kanan kiri mobil masih ramai, masih macet? Apa yang sebetulnya ingin dilakukan Pak Syam?” tanya Najwa Shihab.
Advertisement
Syam, demikian Muhammad disapa, mengaku ingin naik pakai tronton, teriak di jalanan kepada masyarakat, yang enggak mau diam di rumah selama wabah Corona Covid-19. Saat itulah Najwa Shihab terdiam.
Jenazah Itu Tak Diantar
“Halooo tolong kalian diam di rumah. Tolong ikuti anjuran pemerintah. Kalau kalian tahu berapa jenazah yang kami makamkan tiap hari pasti kalian akan sedih karena jenazah itu tak ada yang diantar,” ujar Syam. Percakapan Najwa Shihab dan Syam berlangsung di program Mata Najwa, pekan ini.
Percakapan via video call ini berlangsung emosional. Khususnya saat Syam memberi tahu bahwa jenazah pasien positif Corona yang diantarnya langsung dimasukkan ke liang lahad. “Sampai kapan? Kita enggak tahu sampai kapan kita harus begini. Kehidupan seperti ini kita enggak tahu Mbak,” keluh Syam kepada Najwa Shihab.
Saya Pengin Tarawih Berjamaah...
Yang terjadi selanjutnya, benar-benar menguras air mata. Sopir mobil jenazah ini teringat, Ramadan tinggal menghitung hari. “Sebentar lagi bulan puasa. Saya pengin tarawih berjamaah. Pengin Idulfitri. Tolong buat masyarakat diam di rumah sebentar saja, 14 hari. Sebentar lagi kita puasa. Minta tolong,” pinta Syam yang tak kuasa membendung air mata. Dalam hitungan detik, ia menangis tersedu-sedu.
“Minta tolong kita juga punya keluarga, kita punya tetangga, kita punya kehidupan, kita harus bersosialisasi. Sedih, Mbak. Tapi masyarakat enggak ada yang mengerti,” sambung Syam sambil menyeka air matanya. Najwa Shihab yang tak menyangka Syam menangis, terdiam.
Masyarakat Tak Peduli
Presenter kelahiran Makassar, 16 September 1977, ini tertunduk lemas. Tak ada kata yang keluar dari mulutnya, kecuali, “Ya…” Sementara Najwa Shihab masih tertunduk, Syam berujar, “Capai, tapi memang itu pekerjaan. Mau apa?” Mata Syam masih merah akibat tangis.