5 Klub Ini Jarang Kebobolan, Tapi Masih Gagal Juara Premier League

Beberapa klub ini mencatatkan paling sedikit kebobolan selama satu musim, tetapi gagal meraih gelar juara Premier League.

oleh Faozan Tri NugrohoDiterbitkan 14 April 2020, 20:00 WIB
Bek Liverpool, Virgil van Dijk (kiri), saat bersua Manchester City pada laga lanjutan Premier League 2018-2019 di Stadion Etihad, 3 Januari 2019. (AFP/Paul Ellis)

Jakarta Premier League salah satu kompetisi paling kompetitif di dunia. Banyak uang dan tenaga digelontorkan demi bersaing meraih gelar juara di Inggris.

Eks pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, pernah mengatakan, 'bermain menyerang bisa memenangkan pertandingan, sementara bermain bertahan bisa merebut gelar juara'. Prestasi yang diraih Ferguson menjadi bukti ucapan tersebut tidak salah.

Selama menjadi nakhoda tim Manchester United, Ferguson berhasil mempersembahkan sekitar 38 trofi. Meski, tentu keberhasilan tersebut tak lepas dari kualitas dari para pemain Setan Merah saat menerapkan taktik Ferguson.

Dalam permainan di lapangan, para pemain tidak hanya dituntut untuk mencetak gol saja. Akan tetapi, juga harus bagus saat bertahan agar gawang tidak banyak dibobol lawan.

Di sisi lain, beberapa klub mampu mencatatkan jumlah kebobolan minim di Premier League. Hanya, meski tercatat paling minim kemasukkan, sejumlah klub justru gagal menjadi juara di akhir musim.

Berikut ini Bola.com merangkum dari The Football Faithfull, Senin, (13/4/2020), lim klub yang minim kebobolan, tetapi gagal jadi juara Premier League:


Liverpool 2005-2006

Liverpool - Terakhir kali The Reds merasakan juara Liga Champions kala mendapatkan malam magis melawan AC Milan pada tahun 2005. Liverpool sudah lima kali merasakan juara final piala kuping tersebut. (AFP/Paul Barker)

Liverpool hanya finis di posisi ketiga klasemen Premier League 2005-2006. Kala itu, klub yang berada di puncak klasemen sekaligus menjadi juara ialah Chelsea, diikuti Manchester United di urutan kedua.

Menariknya, dari 38 laga yang dijalani masing-masing kontestan, Liverpool menjadi klub paling sedikit kebobolan. Ketika itu, gawang the Reds hanya kemasukkan 25 gol dan bisa memasukkan 57 gol.

Kiper Liverpool, Pepe Reina, berhasil mencatatkan clean sheet sebanyak 20 kali. Torehan tersebut membuat Reinan mendapat penghargaan Golden Glove Premier League.


Chelsea 2006-2007

John Terry akan tetap merumput di Stamford Bridge hingga akhir musim 2016 mendatang.

Musim 2006-2007 menjadi musim penuh terakhir Jose Mourinho bersama Chelsea. Pelatih asal Portugal itu sukses menjadikan the Blues sebagai klub dengan pertahanan terbaik selama tiga musim beruntun.

Pada musim 2006-2007, Chelsea tercatat hanya kebobolan 24 gol. Meski paling sedikit kebobolan, skuad asuhan Mourinho itu hanya bisa finis di urutan kedua klasemen di bawah Manchester United.

Sepanjang satu musim tersebut, the Blues berhasil mencatatkan delapan kali clean sheet sebanyak delapan kali secara beruntun.

Lanjut Baca:

Bersama Jose Mourinho, Chelsea menjelma menjadi pesaing di papan atas Premier League. Saat menjadi juara Premier League, the Blues pernah mencatatkan kebobolan paling sedikit, yakni hanya 15 gol. Hasil tak jauh berbeda juga ditorehkan Chelsea bersama pelatih asal Brasil, Luis Filipe Scolari. Meski sempat mengalami penurunan performa di bawah Scolari, Chelsea tetap memiliki lini pertahanan yang solid. Pada musim 2008-2009, Chelsea menjadi klub Premier League paling minim kebobolan bersama Manchester United. Ketika itu, the Blues hanya kebobolan 24 gol sepanjang musim tersebut. Meski paling sedikit dibobol, Chelsea justru hanya finis di urutan ketiga klasemen Premier League. Sementara, klub yang menjadi juara saat itu ialah Manchester United.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya