Mengenang Batalnya Kunjungan MU ke Indonesia akibat Teror Bom

Pada 14 Januari 2009, manajemen MU berencana mengunjungi Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok.

oleh Rizki HidayatDiterbitkan 12 April 2020, 22:00 WIB
Manchester United merayakan keberhasilan menjuarai Premier League 2008-2009. (AFP/Adrian Dennis)

Jakarta - Manchester United (MU) coba mengakhiri kerinduan 34 tahun pendukung di Indonesia dengan menjadwalkan laga pramusim di Tanah Air pada 2009. Sayang, pemain MU urung tampil di Stadion Gelora Bung Karno akibat aksi terorisme.

Pada 14 Januari 2009, manajemen The Red Devils mengumumkan akan melakoni tur pramusim ke Asia. Negara di Asia yang bakal disambangi MU adalah Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Untuk melakoni pertandingan pramusim tersebut, MU yang kala itu diasuh Sir Alex Ferguson memboyong 22 pemain, mulai dari Wayne Rooney, Michael Owen, Dimitar Berbatov, Luis Nani, Rio Ferdinand, Paul Scholes, hingga Ryan Giggs.

Pengumuman tersebut disambut euforia pendukung Manchester United yang ada di Indonesia. Sebanyak 77 ribu lebih lembar tiket habis terjual. Fans MU di Tanah Air tak hanya ingin menyaksikan penampilan Rooney dan kawan-kawan, namun juga merayakan titel juara liga ke-18 yang berhasil diraih pada 2008/2009.

Di sisi lain, pemain Indonesia yang tergabung dalam Indonesia All Star tidak sabar menjajal kemampuan The Red Devils. Tim Indonesia yang diperkuat Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, hingga Firman Utina siap merepotkan MU.

"Saya berharap bisa berduel dengan Paul Scholes karena sama-sama berposisi di lini tengah. Dia pengatur serangan yang andal dan salah satu yang terbaik di dunia," kata Firman Utina seperti dilansir Setanmerah.net.

"Saya ingin membuat Paul Scholes pulang ke Inggris dengan rasa penasaran karena bermain melawan saya," lanjut Firman Utina yang saat itu memperkuat Pelita Jaya.


Teror Bom Buyarkan Rencana MU ke Indonesia

Striker MU, Wayne Rooney berpelukan dengan Ryan Giggs setelah membukukan hat-trick dalam kemenangan 4-1 dari Portsmouth pada laga Liga Premier di Fratton Park, Portsmouth, 28 November 2009. AFP PHOTO/Adrian Dennis

Manchester United dijadwalkan akan menghadapi Indonesia All Star di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 20 Juli 2009, dan mendarat di Indonesia sehari sebelum pertandingan. Namun pada 17 Juli 2009, sebuah tragedi memilukan terjadi di Jakarta.

Dua hotel megah yang terletak di kawasan bisnis Mega Kuningan, JW Marriott dan Ritz-Carlton, diguncang bom dahsyat. Aksi teroris yang didalangi Noordin M. Top tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Sontak kejadian tersebut membuat Manchester United terkejut, begitu juga dengan publik di Indonesia. MU yang ketika itu baru mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia langsung menggelar konferensi pers, dan akhirnya membatalkan kunjungan ke Indonesia.

Lanjut Baca:

"Kami mendapat berita saat kami mendarat dan itu sangat mengecewakan. Saya belum pernah ke Indonesia sebelumnya dan saya tahu FA Indonesia (PSSI) telah bekerja sangat keras dalam hal ini," ujar Ferguson pada 17 Juli 2009. "Ini adalah berita yang mengerikan, tetapi kami telah memutuskan apa yang saya yakini sebagai keputusan tepat dalam hal melindungi pemain kami," lanjutnya seperti dilansir The Guardian. Akibat tragedi tersebut, Manchester United tak pernah lagi memasukan Indonesia dalam tur pramusim hingga kini. Alhasil, publik di Tanah Air lagi-lagi harus memendam hasrat menyaksikan Tim Setan Merah berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, setelah terakhir kali terjadi pada 1 Juni 1975.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya