Liputan6.com, Jakarta Pandemi virus corona Covid-19 sudah mewabah ke sejumlah negara di dunia. Bahkan, negara maju dan negara adikuasa pun sempat kewalahan menangani virus mematikan tersebut.
Strategi apapun pada akhirnya hanya bisa memperlambat dan meredam penyebaran masif dari virus ini, pada dasarnya belum ada yang mampu menghentikan bahkan menghindari gejolak corona.
Advertisement
Dua belahan dunia yang terpisah antar benua, yaitu Amerika Serikat dan Jerman yang berasal dari benua biru, Eropa, dalam sudut pandang peneliti dirangkum dalam perspektif strategi kebijakan pemerintah dan masyarakatnya. Kedua negara maju tersebut diklaim mampu meredam laju penularan virus dengan berbagai upaya yang telah dilakukan.
Sementara di Asia, Singapura juga menjadi negara yang memiliki berbagai strategi untuk menangani virus corona. Ketiga negara tersebut bisa menjadi acuan bagi pemerintah Indonesia dalam menangani virus corona
.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Jerman
Peneliti ekonomi dari INDEF Deniey Purwanto memaparkan hasil kajiannya terhadap kajian dari Jerman atas penanganan virus corona, dikutip Antara. Secara umum Jerman masih menggunakan metode Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dengan melihat kurva sebaran epidemik.
Melihat kurva begitu melonjak, pemerintah Jerman mengambil tiga langkah strategi utama yaitu pertama, menunda terjadinya wabah, mengurangi beban puncak wabah terhadap sistem layanan kesehatan dan ketiga adalah mengurangi penyebaran wabah serta dampak kesehatan.
Hingga 8 April 2020 di Jerman, 103.228 orang terdampak COVID-19 dengan korban jiwa sebesar 1.861 dilaporkan dalam Robert Koch Institute in Germany. Dari 16 negara bagian di Jerman, Bavaria merupakan terdampak paling parah, disusul oleh Baden-wurttemberg dan Hamburg.
Melihat korban yang terus berjatuhan Pemerintah pusat Jerman mengambil alih penanganan dengan memberi kenijakan tegas yaitu, melakukan sebaran test dan menelusuri yang terpapar, mengendalikan pergerakan warga termasuk penerbangan, kereta dan bus, tidak menganjurkan adanya acara-acara pertemuan dan melarang tegas penduduk lokal untuk keluar wilayah.
Jerman ternyata sudah memulai test massal corona virus sejak awal, atau deteksi dini sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Bahkan pada awal Januari 2020, Jerman sudah melakukan test massal sebelum WHO mengumumkan bahwa corona virus bisa menular antar kontak manusia.