Jakarta - Predikat apa yang cocok untuk melabeli Cristian Gonzales? Penyerang terbaik Liga Indonesia atau pemain naturalisasi terbaik Indonesia? Sebab, dua-duanya cocok disandang oleh pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, tersebut.
Kata Data merangkum, Cristian Gonzales merupakan pemain tersubur di kompetisi paling elite Tanah Air sejak peleburan Perserikatan dan Galatama pada musim 1994-1995. Selama 16 tahun kariernya di Indonesia, El Loco mengemas 249 gol.
Advertisement
Pemain yang paling mendekati torehan El Loco, julukan Gonzales, adalah Budi Sudarsono. Si Ular Piton, julukannya, membukukan 185 gol. Catatan El Loco tidak akan pernah terkejar oleh Budi lantaran sang pemain telah pensiun.
Bambang Pamungkas dengan 178 gol, Boaz Solossa dengan 176 gol, Kurniawan Dwi Yulianti dengan 162 gol, dan Alberto Goncalves dengan 149 gol, menyusul di belakang Budi. Namun, hanya Boaz dan Goncalves yang masih punya peluang untuk menyamai pencapaian El Loco sebab keduanya masih aktif bermain. Namun, dengan usia yang telah menginjak 34 dan 39 tahun, keduanya tergolong mustahil untuk melakukannya.
Di tahun ini, Cristian Gonzales mulai hilang dari peredaran. Pelan-pelan, sinar El Loco meredup mengingat usianya yang terbilang sangat uzur bagi pesepak bola, 43 tahun. Mantan pemain Sud America, klub Uruguay tersebut bersikukuh tidak ingin pensiun namun kondisinya kontradiktif.
Penyerang berkaki kidal ini masih menganggur karena tidak ada klub yang tertarik menggunakan jasanya setelah kontraknya bersama PSIM Yogyakarta tidak diperpanjang.
"Kapan saya pensiun? Belum terpikirkan sama sekali. Mungkin nanti ketika saya tidak bisa cetak gol lagi. Sekarang saya masih merasa fit dan sebugar pemain berusia 25 tahun. Saya masih bisa mencetak banyak gol," imbuh Cristian Gonzales.