Liputan6.com, Jakarta- Pandemi virus corona covid-19 masih menjadi momok di dunia, termasuk Indonesia. Segala aspek kehidupan pun ikut terkena imbasnya, termasuk dunia hiburan.
Begitu banyak musisi yang harus membatalkan atau menunda penampilan mereka di sejumlah acara. Namun, Powerslaves tak mau berdiam diri.
Advertisement
Grup yang kini digawangi Heydi Ibrahim (vocal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarno (kibor), dan Agung Yudha (drum) ini justru terpanggil untuk memberi dukungan kepada para pejuang garda depan kesehatan yang menangani virus corona, lewat single “Stare at Me” yang mereka rilis dalam format digital, Selasa (7/4).
Tema dan lirik dalam lagu pun sesuai dengan tragedi yang terjadi saat ini. "Ini lagu tentang kemanusiaan. Lagu ini lebih ke dukungan kepada pejuang-pejuang garda terdepan kesehatan (dokter, tenaga medis). Jadi lirik lagu ini sangat cocok dengan kondisi dunia saat ini," kata Anwar Fatahillah.
Tapi, bukan aji mumpung, lantaran band yang dalam tur kerap dibantu dua gitaris Ambang Christ dan Roby Rahman ini sama sekali tak sedang mencari untung. Pasalnya - setelah dirilis dalam format digital - lagu ini juga akan dirilis dalam bentuk CD di mana setiap keuntungan dari hasil penjualan CD single-nya akan didonasikan Powerslaves untuk penanganan corona COVID-19.
Hal menarik lainnya, lagu ini dirilis menjelang ulang tahun ke-29 Powerslaves, 19 April mendatang. Lalu, apa pesan yang ingin disampaikan Powerslaves kepada para penggemar fanatik mereka, Slavers Indonesia dan para pencinta musik?
"Ini adalah karya yang menggugah empati untuk para korban COVID-19. Kami meminta para penggemar dan masyarakat umum untuk saling menjaga diri, keluarga, dan lingkungan masing-masing. Tetap di rumah dan juga menjaga stamina dan kebersihan serta memberi dukungan kepada tenaga medis yang berjibaku menangani virus corona ini," pungkas Anwar Fatahillah.
Direkam Empat Tahun Lalu
Lagu ini sendiri sebenarnya bukan baru. Lagu ini direkam empat tahun silam, saat gitaris Andry Muhammad masih bergabung untuk kedua kalinya di band ini. Setelah lama tidak dipublikasikan, sekarang dianggap sebagai waktu yang tepat untuk diperdengarkan kepada publik.