Ciri Corona Covid-19 dengan Gejala Minim

Pandemi corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 850.000 orang di berbagai negara. Simak ciri-ciri corona Covid-19 dengan gejala minim berikut ini.

oleh Wiwig PrayugiDiterbitkan 02 April 2020, 10:55 WIB
Ilustraasi foto Liputan 6

Jakarta - Corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 850.000 orang di berbagai negara. Penyebaran virus yang begitu cepat membuat beberapa negara, di antaranya Italia, Amerika Serikat, dan Spanyol kini memiliki jumlah korban infeksi terbesar.

WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah banyak memberikan informasi terkait bagaimana ciri-ciri infeksi corona Covid-19 bagi seseorang. 

Virus ini merupakan strain baru. Seiring waktu, gejala-gejala untuk mengidentifikasi seseorang apakah ia terpapar virus corona atau tidak terus dikabarkan.

Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian telah dilakukan dan melaporkan diare sebagai gejala yang harus diperhatikan sebagai ciri-ciri corona Covid-19. Sebab, beberapa tidak menunjukkan gejala batuk maupun sesak napas selain diare. Berikut pemaparannya yang dilansir dari Live Science.

Gejala umum:

Gejala umum dari infeksi ini termasuk demam, batuk kering, kelelahan dan kesulitan bernapas atau sesak napas. Penyakit ini menyebabkan lesi paru-paru dan pneumonia.

Beberapa gejala ini tumpang tindih dengan gejala flu, membuat deteksi menjadi sulit, tetapi ingusan dan sinus tersumbat lebih jarang terjadi.

Pasien juga mungkin mengalami masalah pencernaan atau diare. Dilansir dari The New York Times, Dr. Neill mengatakan setiap orang memiliki gejala yang berbeda.

Kebanyakan orang jatuh sakit lima hingga tujuh hari setelah terpapar. Tetapi, gejala corona Covid-19 bisa muncul hanya dalam dua hari atau 14 hari.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


Ciri Corona Bisa Diawali dengan Diare

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Menurut sebuah studi baru, beberapa pasien dengan Covid-19 mengalami gejala gastrointestinal, terutama diare sebagai tanda pertama penyakit ini.

Di antara dari pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan secara keseluruhan, akan mengalami gejala sesak napas kemudian, namun beberapa tidak pernah mengalaminya sama sekali.

"Temuan ini penting karena mereka yang tidak memiliki gejala umum COVID-19, seperti batuk, sesak napas dan demam, mungkin tidak terdiagnosis dan berpotensi menyebarkan penyakit kepada orang lain," kata para peneliti.

Namun, mereka mencatat bahwa masalah pencernaan sangat umum terjadi secara keseluruhan dan tidak berarti bahwa seseorang telah terinfeksi Covid-19.

Lanjut Baca:

Tetapi, dokter harus menyadari bahwa gejala pencernaan mendadak pada orang dengan kemungkinan pernah memiliki kontak dengan virus atau pasien COVID-19," setidaknya harus segera mempertimbangkan penyakit," tulis para penulis dalam makalah mereka, yang diterbitkan sebelum dicetak Senin (30 Maret) dalam The American Journal of Gastroenterology. "Kegagalan untuk mengenali pasien-pasien ini sejak dini dan seringkali dapat menyebabkan penyebaran penyakit tanpa disadari," lanjutnya. Penelitian ini bukan yang pertama melaporkan gejala pencernaan sebagai tanda Covid-19. Sebagai contoh, sebuah penelitian yang diposting pada 18 Maret dalam jurnal yang sama menemukan bahwa, di antara sekitar 200 pasien Covid-19 di tiga rumah sakit di Wuhan, China, sekitar 50% melaporkan setidaknya satu gejala pencernaan, dan 18% melaporkan diare, muntah atau sakit perut. Namun, penelitian itu dan yang lain cenderung berfokus pada pasien dengan penyakit parah, bukan pada pasien dengan penyakit ringan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya