Profil Klub Liga 1 2020 Persija Jakarta: Buru Prestasi di Lapangan dan Bursa Saham

Niat Persija untuk melepas saham pertama perusahaan sesungguhnya direncanakan sejak 2019.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 22 Februari 2020, 08:00 WIB
Profil Persija, klub peserta Liga 1 2020 yang mencanangkan dua proyek besar pada tahun ini. (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Persija Jakarta menetapkan target besar pada tahun ini. Macan Kemayoran berencana melantai di bursa saham alias dengan melakukan initial public offering (IPO).

Niat Persija untuk melepas saham pertama perusahaan sesungguhnya direncanakan sejak 2019. Namun, karena berbagai kendala, termasuk merosotnya pencapaian tim, keinginan untuk menjadi perusahaan publik, baru akan terwujud pada tahun ini.

Kinerja Persija mengalami terjun bebas dalam hal prestasi pada musim lalu. Setelah berhasil merengkuh trofi juara pada 2018, Ismed Sofyan dan kawan-kawan hanya mampu bersaing untuk tidak terdegradasi dari Liga 1.

Gebrakan awal Persija demi melancarkan ambisi melantai di bursa saham ialah mengubah wajah tim untuk kompetisi 2020. Satu per satu pemain bintang bergabung. Dimulai dengan merapatnya Alfath Faathier dari Madura United.

"Target besarnya, kami mau IPO. Sudah dipersiapkan sejak lama. Sebagai perusahaan publik nantinya, prestasi juga harus bagus. Musim 2019 memang kurang bagus. Makanya, kami menguatkan sektor manajamen. Tahun ini, kami ingin merebut kembali gelar juara yang hilang pada 2019. Manajemen kuat dan pemain baru datang, tentunya betul-betul persiapan untuk kembali juara," kata Ferry Paulus, Direktur Olahraga Persija, pertengahan Januari lalu.

"Kami optimistis sekali. Nama Persija itu besar. Rasanya tidak pas dibandingkan dengan Bali United. Memang, Bali United lebih dulu melakukan IPO. Namun, nilai Persija besar sekali sebagai salah satu di antara pendiri PSSI. Fanbase Persija juga sangat besar. Media sosial Persija juga yang pertama di Asia. Berangkat dari situ, kami sangat optimistis bahwa IPO Persija lebih sukses dibanding klub lain," tutur Ferry Paulus.

Menurut Presiden Persija, Mohammad Prapanca, proses IPO Macan Kemayoran telah memasuki tahapan peninjauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami berharap sesuai rencana. Februari sudah dapat efektif persetujuan dari OJK," imbuh pria yang karib dipanggil Panca tersebut.

Setelah Alfath, Otavio Dutra dan Muhammad Rafli Mursalim turut didatangkan tim Macan Kemayoran. Yang menggegerkan tentu saja ketika membeli Marc Klok dari PSM Makassar dan mengontrak Marco Motta, eks bek Timnas Italia.

Lanjut Baca:

Teraktual, Persija berhasil mendapatkan tanda tangan dua pemain Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019, Evan Dimas Darmono dan Osvaldo Haay. Label mewah dan Los Galacticos pun disematkan kepada Persija, mengingat deretan muka baru tersebut akan makin melengkapi kepingan Macan Kemayoran setelah mempertahankan beberapa pilar-pilar penting seperti Marko Simic, Riko Simanjuntak, Rohit Chand, Sandi Sute, dan Andritany Ardhiyasa. Selain mempercantik tim dengan mengoleksi pemain berlabel bintang demi kepentingan IPO, Macan Kemayoran juga bersungguh-sungguh meraih gelar juara Liga Indonesia untuk yang ke-12 kalinya. Inilah dua target besar tim ibu kota pada tahun ini. "Tentunya setelah melihat secara keseluruhan, Persija punya target juara di Liga 1 2020," jelas Ferry Paulus. Sebagai bentuk keseriusan untuk menjuarai musim ini, [Persija](4184528 "") turut mendatangkan pelatih dengan pengalaman gelar di kompetisi Asia. Adalah Sergio Farias, mantan peracik strategi Pohang Steelers, peraih gelar K-League1 2007 atau kasta teratas Liga Korea Selatan, dan Liga Champions Asia (LCA) 2019, yang terpilih sebagai nakhoda anyar Macan Kemayoran pengganti Edson Tavares.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya