7 Konflik Mino Raiola dengan Raksasa Eropa

Mino Raiola dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Dia tak pernah takut melontarkan opini-opini keras atau mengkritik klub secara terbuka.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Februari 2020, 07:00 WIB
Mino Raiola. (AFP/Valery Hache)

Jakarta - Mino Raiolamerupakan salah satu agen super di dunia sepak bola. Dia mewakili nama-nama tenar seperti Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic hingga Erling Haaland. 

Sang agen dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Dia tak pernah takut melontarkan opini-opini keras atau mengkritik klub secara terbuka.

Mino Raiola benar-benar punya kepercayaan diri tinggi. Baginya, tak ada klub yang perlu ditakuti, bahkan yang berlabel raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, hingga Liverpool. 

Namun, Raiola memang dikenal sebagai agen pemain andal. Dia berperan besar dalam beberapa transfer terbesar dalam sejarah sepak bola. 

Tak heran, Mino Raiolapunya banyak musuh selama kiprahnya sebagai agen pemain. Berikut ini beberapa perseteruannya dengan klub raksasa Eropa, seperti dilansir Planet Football


1. AC Milan

Gianluigi Donnarumma - Mengalami musim fantastis saat memulai debut bersama Rossoneri saat berusia 17 tahun. Hal tersebut membuatnya menjadi pasar terpanas posisi kiper musim lalu. (AFP/Miguel Medina)

Ketika Gianluigi Donnarumma masuk ke tim utama AC Milan pada usia 16 tahun, Mino Railo tak membuang waktu untuk berusaha membuatnya hengkang. 

Sang kiper mengejutkan AC Milan dengan menolak kontrak baru pada 2017, dan klub menilai itu semua gara-gara ulah Raiola. 

"Pada akhirnya, agen yang menang. Saya yakin, di dalam hatinya, Gigio (panggilan Donnarumma) tak yakin dengan keputusan ini," kata Manajer Umum AC Milan, Marco Fassone, kepada Gazzetta dello Sport.

"Ini jelas keputusan Raiola. Dia menggunakan pengaruhnya dan dia sangat berpengaruh terhadap Gigio. Cobalah berpikir sedetik, seorang pemain berusia 19 tahun dan agen besar dengan pengaruh besar. Bagaimana akhirnya?" sambung dia. 

Setelah melihat reaksi kemarahan fans, Donnarumma akhirnya berubah pikiran dan meneken kontrak baru berdurasi empat tahun di San Siro. 

 


2. Real Madrid

Gelandang Manchester United asal Prancis, Paul Pogba. (AFP/Paul Ellis)

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, tak pernah punya waktu untuk Raiola. Tak heran sang agen melontarkan kritik terbuka untuk Los Blancos.

"Saya adu mulut dengan Real Madrid, jika diperlukan. Saya pernah bilang ke Florentina Perez bahwa dia menggunakan pemain seperti sarung tangan. Jika dia tak menyukainya, dia akan mengambil sarung tangan lain. Dia tak menyukai kata-kata saya itu," kata Raiola ke Voetbal Magazine pada 2020.

Lanjut Baca:

"Jika Real Madrid tak menginginkan Pogba, itu bukan masalah. Mereka klub yang terbiasa membeli pemain seperti mencuci baju kemudian membuangnya ke tempat sampah," ujar Raiola kepada L'Equipe pada 2015. "Mereka klub klub yang melihat bintang sepak bola dalam enam pertandingan di Piala Dunia dan kemudian membelinya. Pogba tak ingin klub seperti itu. Kami ingin Pogba pergi ke klub yang meyakini potensinya." Pogba akhirnya gabung Manchester United dar Juventus. Tapi, bukan tak mungkin dia akan berakhir di Real Madrid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya