Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI (Pur) Achmad Taufiqoerrochman mengatakan, masih banyak yang perlu diperkuat di tempat institusinya dulu bernaung. Hal ini, lanjut dia, terlihat saat menyusun konsep dan operasi untuk Bakamla.
"Dari susunan bertempur inilah muncul multiyears planning. Dari situlah kita butuh 77 kapal minimal dengan beberapa pesawat dan sebagainya. Kita baru ada 10, bayangkan, tugasnya berat," kata Achmad di Bakamla, Jakarta, Jumat (14/2/2020).
Advertisement
Dia menuturkan, saat ini, untuk urusan personel, Bakamla masih berupa task force. Seharusnya, kata dia, Bakamla independen
"Ini tidak boleh terjadi. Kenapa? Karena Bakamla bukan satuan tugas. Bukan task force. Karena dia melakukan tugas saya luas dan berlanjut. Maka dia harus independen. Seperti yang kemarin, disampaikan Presiden bahwa ke depan akan diisi penuh oleh personel Bakamla," ungkap Achmad.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Yakin
Dia pun yakin, ke depan pemerintah akan mendukung cita-citanya ini.
"Seperti yang kemarin disampaikan presiden bahwa ke depan akan diisi penuh oleh personel Bakamla," pungkasnya.