Liputan6.com, Jakarta Pemburu di Manchester Biru, judul yang sangat keren. Sayang, jalan film ini dari proses produksi menuju penayangan kurang keren. Konon, syuting Pemburu Di Manchester Biru rampung 2 atau 3 tahun yang lalu.
Proses pascaproduksi diwarnai sejumlah problem, membuat film ini sempat mengambang. Tiba-tiba, terdengar kabar film Pemburu Di Manchester Biru tayang Kamis (6/2/2020).
Advertisement
Tanpa promosi nyaring, sejujurnya kami khawatir film ini kurang mengigit di pasar. Mereka yang membaca bukunya tentu tahu apa yang disuarakan Pemburu di Manchester Biru. Yang belum membaca, saatnya mengonfirmasi langsung di bioskop. Pertanyaannya, sebagus apa karya Rako Prijanto ini?
Dari Payakumbuh ke Manchester
Tahun 2016, Hanif Thamrin (Adipati Dolken) meninggalkan Payakumbuh, Sumatra Barat, untuk kuliah di London, Inggris. Kondisi ekonomi membuat ibu (Vonny Cornelia) dan ayah Hanief (Donny Alamsyah) tak bisa mendampingi Hanief saat wisuda. Di London, Hanief kuliah sembari menyambung hidup dengan bekerja serabutan.
Tamat kuliah, Hanief yang menumpang di apartemen Pringga (Ganindra Bimo) melamar kerja di sejumlah perusahaan. Nasib memihak pada Hanief. Ia diterima kerja sebagai awak redaksi klub sepakbola Manchester City. Hanief orang Indonesia pertama yang bekerja di sana. Pindah dari London ke Manchester bukan perkara mudah.
Ia mesti beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sombong dan dingin. Tidak disarankan bertanya kepada para senior karena semua terjawab di buku petunjuk. Hanief mulai tak betah namun kadung janji pada ayahnya.
Konflik dari Tiga Sumber
Pemburu Di Manchester Biru murni membahas perjalanan meraih mimpi dan persahabatan. Tak ada noda cinta dalam naskah yang disusun Titien Wattimena. Fokus cerita menggambarkan jatuh bangun Hanief menyambung hidup, mencari pekerjaan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru meski berada di negara yang sama.
Kekuatan film ini terletak pada pendirian Titien menyusun naskah bertema pertemanan. Tak sedetik pun tokoh utama tergoda atau digoda cinta meski dalam kehidupannya nyata, Hanief pacaran jarak jauh.
Konflik berasal dari tiga titik, yakni romantika kantor baru, rindu dendam dengan Pringga, dan pergolakan batin Hanief. Tiga jenis konflik ini diputar sampai Hanief memahami esensi hidup dan pertemanan.