Kenangan Manis Putri Kobe Bryant Sebelum Kecelakaan Helikopter: Main Basket dengan Sepatu Hak Tinggi

Kasih sayang dan bola basket merekatkan Kobe Bryant dan putrinya Gianna hingga akhir hayat.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 27 Januari 2020, 21:20 WIB
Pebasket NBA Kobe Bryant berbincang dengan putrinya Gianna Bryant saat menonton pertandingan renang di Irvine, California pada 26 Juli 2018. Kobe Bryant meninggal bersama putrinya Gianna yang berusia 13 tahun dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California. (AP Photo/Chris Carlson)

Liputan6.com, California - Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Begitu juga dengan Gianna Bryant. Putri kedua legenda NBA, Kobe Bryant itu juga mewarisi bakat sang ayah. Bahkan sepekan sebelum mengalami kecelakaan, Gianna masih sempat unjuk kebolehan bermain basket sembari mengenakan sepatu hak tinggi.

Selain kasih sayang seorang ayah, bola basket menjadi anugrah yang didapat Gianna dari Kobe Bryant. Kemampuan Kobe Bryant mulai terlihat dalam diri remaja cantik berusia 13 tahun tersebut. 

Beberapa waktu lalu, Gianna bahkan sempat mencuri perhatian. Dalam rekaman video seperti dilansir dari FoxSports, remaja yang akrab disapa Gigi tersebut unjuk kebolehan dalam balutan busana casual. Meski mengenakan rok terusan hitam plus sepatu hak tinggi, Gianna masih mampu bergerak luwes. 

 

Gigi lalu dengan mudah menggiring bola sembari memutar bola lewat melewati punggungnya. Dia kemudian berdiri di bawah ring baseket dan melakukan beberapa lemparan dari bawah. 

Keceriaan tampak di wajah Gianna saat itu. Sayang, momen itu kini hanya tinggal kenangan. 

Gianna meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter, Minggu (26/1/2020) atau Senin dini hari WIB. Insiden tragis itu juga menewaskan Kobe Bryant dan pilot serta penumpang-penumpang lainnya. 

 

Saksikan juga video di bawah ini:


Basket Hingga Akhir Hayat

Mantan pebasket LA Lakers, Kobe Bryant, bersama putrinya Gianna menyaksikan laga WNBA di Mandalay Bay, Las Vegas, Sabtu (27/7/2019). (AFP/Ethan Miller)

Kecelakaan itu terjadi di perbukitan Calabasas, California, Amerika Serikat. Menurut pihak kepolisian setempat, helikopter jenis Sikorsky S-76B itu sebelumnya bertolak dari bandara John Wayne Airport di Orange County pada pukul 9.08 am waktu setempat. Namun sekitar pukul 9.47 am, pihak berwenang menerima laporan terjadinya kecelakaan di Las Virgenes Road dan Willow Glen Street, Calabasas.

Dua pekerja salah satu gereja di Canyon, mengaku sempat melihat helikopter terjauh ke sisi bukit. Sejumlah saksi mata lain melihat helikopter sempat berputar-putar sebelum jatuh menghempas bumi.

Kecelakaan tersebut juga menimbulkan kebakaran kecil di sekitar tempat kejadian. Kru yang tiba di lokasi kejadian segera memadamkan api yang mulai membakar ranting-ranting kering di sekitarnya.

Lanjut Baca:

Sembilan orang dinyatakan tewas dalam kejadian ini. Selain Gianna dan Kobe Bryant, korban lain merupakan pelatih bisbol Orange Coast College (OCC), John Altobelli bersama istrinya, Keri dan putrinya, Alyssa. Korban lain diketahui atas nama Christina Mauser, Pelatih Harbor Day School. Seluruh penumpan tengah dalam perjalanan menuju Akademi Basket milik Kobe Bryant di Thousand Oaks, California, AS. Kebetulan hari itu berlangsung turnamen Mamba Cup yang diikuti oleh Gianna dan Alyssa yang kebetulan adalah rekan satu tim. Sementara Kobe Bryant juga dijadwalkan akan memberi pelatihan kepada pebasket-pebasket muda yang hadir pada kejuaraan tersebut. Suasana di auditorium Mamba Sports Academy sudah ramai sejak pagi. Namun susana riang berubah jadi kesedihan saat mereka mengetahui insiden tragis itu. Mereka lalu berlutut bersama dan memanjatkan doa bagi Kobe Bryant serta korban-korban lainnya dalam kecelakaan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya