Liputan6.com, California - Kobe Bryant, pemain legendaris NBA, dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California pada Minggu (26/1/2020) pukul 10.00 waktu setempat.
TMZ, media pertama yang melaporkan kecelakaan itu menyebut, helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant sempat berputar-putar sebelum jatuh ke tanah dan meledak. Lima orang yang berada di helikopter dinyatakan tewas.
Advertisement
Sejauh ini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menyebabkan Kobe Bryant meninggal dunia pada usia 41 tahun.
Sebelum mengalami kecelakaan, Kobe Bryant rupanya sempat berkicau di Twitter. Dia juga mengucapkan selamat kepada LeBron James yang baru saja melewati rekornya.
Diketahui, LeBron James telah mencetak 33.655 poin di sepanjang kariernya main di NBA. Dia unggul 11 poin dari Kobe Bryant.
"Continuing to move the game forward @KingJames. Much respect my brother #33644," kicau Kobe Bryant di akun Twitter pribadinya, pada 26 Januari 2020.
Saksikan Video Kobe Bryant di Bawah Ini
Legenda LA Lakers
Kobe Bryant merupakan legenda LA Lakers. Dia memperkuat tim tersebut sejak 1996 hingga memutuskan pensiun pada 2016.
Meski hanya memiliki postus tubuh 198 cm, Kobe Bryant merupakan pemain yang lincah. Dia sudah memenangkan NBA bersama LA Lakers sebanyak lima kali.
Berkat kehadirannya, Amerika Serikat memenangkan dua medali emas Olimpiade di cabang olahraga basket, yakni pada 2008 dan 2012.
Atlet NBA Beduka
Kepergian Kobe Bryant mengejutkan bintang NBA lainnya, seperti pemain Dallas Mavericks, Luka Doncic.
"Tolong katakan ini tidak benar. Ini benar-benar mengguncang saya," katanya di Twitter.
"Saya berharap ini bukan seorang pria sejati! Semoga bukan Kobe Bryant," timpal bintang NBA lainnya, Tristan Thompson.
Kronologi Kecelakaan Helikopter
Disadur dari LA Times, Helikopter Sikorsky S-76 memuat lima awak termasuk Kobe Bryant. Berdasarkan keterangan Los Angeles Sherrif Department, tak ada yang mampu selamat dari kecelakaan tersebut.
Helikopter yang membawa Kobe Bryant dikabarkan mengalami kebakaran hebat sehingga menyulitkan tim pemadam kebakaran yang mencoba untuk memadamkan api.
Sejumlah saksi mata mengatakan mendengar atau melihat mesin helikopter bersuara keras sebelum terjatuh.