5 Fakta Menarik Eks Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro

Berikut beberapa fakta menarik tentang Seto Nurdiyantoro, pelatih yang kontraknya tak diperpanjang PSS Sleman

oleh Faozan Tri NugrohoDiterbitkan 17 Januari 2020, 17:50 WIB
Seto Nurdiyantoro. (Bola.com/Romi Syahputra)

Jakarta- PSS Sleman memilih untuk tidak memperpanjang masa bakti pelatih Seto Nurdiyantoro. Klub berjuluk Super Elang Jawa itu mempercayakan Eduardo Perez sebagai juru taktik baru bagi Bagus Nirwanto dkk.

Eduardo Perez juga langsung diperkenalkan manajemen PSS, Rabu (15/1/2020) di Rich Hotel, Sleman. Pengumuman tersebut membuat banyak orang terkejut, terutama dari Sleman fans.

Banyak fans berharap pelatih asal Kalasan itu kembali menukangi PSS Sleman untuk Liga 1 2020. Satu di antara kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud, sampai menggaungkan tagar BCSMELAWAN di media sosial Twitter.

Keputusan yang diambil manajemen PSS Sleman itu bisa berpotensi sebagai blunder yang fatal. Seto Nurdiyantoro bisa dibilang bukan pelatih yang gagal. Bahkan, Seto sempat disebut-sebut pantas melatih Timnas Indonesia.

Selain itu, Seto telah memberikan prestasi untuk PSS Sleman. Pelatih asal Kalasan tersebut sukses membawa PSS menjuarai Liga 2 2018 dan finis di papan tengah Liga 1 2019.

Untuk lebih jelasnya, berikut Bola.com telah merangkum dari berbagai sumber, lima fakta tentang Seto Nurdiyantoro, pelatih yang kontraknya tak diperpanjang PSS Sleman.

 


1. Hanya Bermain di DIY-Jateng

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro (jaket putih), ikut bermain dalam sesi latihan bersama anak asuhnya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (140/8/2019) pagi. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Mungkin sebelum menjadi pelatih PSS Sleman, nama Seto Nurdiyantoro tak dikenal seluas sekarang. Wajar tentunya karena hampir sepanjang kariernya Seto lebih banyak aktif di Yogyakarta.

Seto Nurdiyantoro mengawali karier sepak bola bersama klub amatir di sekitar tempat tinggalnya, yakni PSK Kalasan. Setelah itu, ia menjadi bagian dari PSS Sleman pada medio 1990 hingga 1995.

Kemudian Seto menyeberang ke klub DIY lainnya, PSIM Yogyakarta, selama kurang lebih tiga tahun. Seto kemudian melanjutkan petualangannya ke Pelita Solo atau yang dikenal Arseto.

Adapun klub Yogyakarta lainnya yang pernah dibela Seto ialah Persiba Bantul pada 2009. Meski kerap berganti klub, Seto lebih dikenal sebagai pemain dari PSIM Yogyakarta.

Tercatat ada tiga periode Seto membela klub berjuluk Laskar Mataram itu. Tak hanya itu, Seto mengakhiri cerita sebagai pesepak bola bersama PSIM Yogyakarta.


2. Pernah Berstatus Pemain dan Asisten Pelatih

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro (kiri), bersama pemainnya Asyraq Gufron dalam sesi latihan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pemain asal Inggris, Wayne Rooney, tak hanya berperan sebagai pemain melainkan juga merangkap sebagai pelatih. Hal tersebut juga pernah dilakukan Seto Nurdiyantoro.

Lanjut Baca:

Yap, Seto Nurdiyantoro pernah menjalani karier sebagai pemain dan asisten pelatih. Dua tugas tersebut ia emban saat menjadi bagian Persiba Bantul pada medio 2009-2011. Saat itu, bisa dibilang awal karier Seto merintis sebagai pelatih. Bahkan, Seto mampu membawa Persiba sebagai kampiun di Divisi Utama pada musim 2010-2011.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya