Salah seorang warga berdiri di pinggir bantaran kali usai banjir merendam gubuk miliknya yang berada di pinggir Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, Rabu (8/1/2020). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Banjir awal tahun yang melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota juga dirasakan para warga bantaran KBB lantaran bangunan semi permanen milik mereka terendam hingga lebih dari 1 meter. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Warga bantaran menunjukkan ketinggian banjir yang merendam hingga pintu gubuk. Banjir tersebut juga menyebabkan gubuk mereka semakin rapuh dan dipenuhi sampah serta menghanyutkan barang-barang hasil pulung. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas warga bantaran di pinggir Kanal Banjir Barat, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Meskipun keadaan sangat memprihatinkan, mereka sama sekali tidak mendapat bantuan dari pemerintah akibat keberadaan status warga bantaran yang ilegal. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Meskipun keadaan sangat memprihatinkan, mereka sama sekali tidak mendapat bantuan dari pemerintah akibat keberadaan status warga bantaran yang ilegal. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Kondisi salah satu gubuk warga bantaran yang dihiasi jemuran baju yang basah akibat banjir. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Salah seorang warga bantaran merapikan barang-barang usai banjir merendam gubuk miliknya yang berada di pinggir Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, Rabu (8/1/2020). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Jemuran baju milik warga yang basah akibat banjir terlihat di pinggir Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, Rabu (8/1/2020). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)