Liputan6.com, Denpasar: Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Pengalaman dua kali gagal menerbangkan layang-layang ukuran super besar, menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kekurangan. Begitulah yang dijalani sekelompok anak muda dari berbagai kabupaten di Bali yang tergabung dalam Cikra Wadua Club. Kisah mereka pun happy ending. Usaha sekelompok pemuda membuat layang-layang berukuran raksasa agar mendapatkan sertifikat dari Museum Rekor Indonesia tercapai. Layang-layang sepanjang 260 meter berbentuk kepala barong yang mereka bikin berhasil menari-nari menghiasi langit di Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Ahad (15/9).
Layang-layang yang menghabiskan dana sebesar Rp 45 juta ini dibuat dari kain tetron dan bahan parasut. Mainan raksasa ini dinaikkan sekitar 25 orang dengan tali nilon sepanjang 500 meter. Ketua Cikra Wadua Club Wayan Suartama mengatakan, pembuatan layang-layang dengan ekor berwarna merah, hitam, dan putih ini memakan waktu satu bulan penuh. Dengan gembira Wayan menambahkan, layang-layang raksasa tersebut telah didaftarkan ke Muri untuk mendapatkan sertifikat dan dinobatkan sebagai layang-layang terbesar di Indonesia.(TNA/Iwan Gunawan)
Layang-layang yang menghabiskan dana sebesar Rp 45 juta ini dibuat dari kain tetron dan bahan parasut. Mainan raksasa ini dinaikkan sekitar 25 orang dengan tali nilon sepanjang 500 meter. Ketua Cikra Wadua Club Wayan Suartama mengatakan, pembuatan layang-layang dengan ekor berwarna merah, hitam, dan putih ini memakan waktu satu bulan penuh. Dengan gembira Wayan menambahkan, layang-layang raksasa tersebut telah didaftarkan ke Muri untuk mendapatkan sertifikat dan dinobatkan sebagai layang-layang terbesar di Indonesia.(TNA/Iwan Gunawan)