Wolverhampton - Winger atau pemain sayap identik dengan tubuh relatif kecil. Namun, rumus itu tak berlaku buat Adama Traore. 'Pemain buangan' Barcelona itu memiliki badan kekar, tapi tetap lincah dan punya dribel maut.
Adama Traore kini menjadi pemain idola buat suporter Wolverhampton Wanderers. Bisa jadi ada dua sebab, yakni karena otot kekar nan maskulin, dan juga performa impresifnya musim ini.
Advertisement
Penampilan The Wolves musim ini memang memukau. Bahkan sebenarnya, sejak dua musim belakangan tim asuhan Nuno Espirito Santo itu sudah moncer dan membuat tim besar Premier League kesusahan.
Konsistensi dalam dua musim terakhir merupakan berkat performa sejumlah pemain, satu di antaranya peran Adama Traore. Penikmat sepak bola Inggris boleh menyebut Joao Moutinho dan Raul Jimenez sebagai pemain kunci Wolves, namun Traore memiliki pengaruh tersendiri.
Winger yang pernah bermain untuk Aston Villa dan Middlesbrough ini telah melesakkan empat gol di pentas Premier League. Empat assist juga menunjukkan bahwa Traore tak pelit di kotak penalti.
Dari 20 penampilannya sejauh ini di Premier League, ia lima kali didaulat sebagai pemain terbaik. Catatan statistik itu menunjukkan betapa Adama Traore memiliki peran penting buat Wolves, dan lebih dari itu, pemain berusia 23 tahun tersebut memiliki keunikan dan jalan yang berliku sepanjang karier sepak bolanya.
Video
Pasang Surut Karier: Terbuang di Barcelona dan Dua Kali Terdegradasi
Adama Traore menghabiskan 10 tahun di skuat muda Barcelona. Ia merupakan jebolan akademi La Masia. Sayang, nasibnya tak sebaik alumnus lainnya macam Lionel Messi atau Sergi Roberto.
Barcelona tak melihat Adama Traore memiliki potensi yang cukup untuk bermain di skuat utama dan cuma bermain satu kali saja. Pada musim 2015-2016, Aston Villa merekrutnya dengan biaya 10 juta euro, cukup mahal untuk hitungan pemain muda.
Ekspektasi manajemen The Villans terhadap Traore ketika itu tak sanggup dibayar. Semusim kemudian, setelah bermain hanya 12 kali dan mencetak satu gol serta dua assist, ditambah gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, Middlesbrough memboyongnya.