Pekerja Informal Belum Tersentuh Jaminan Sosial

Permasalahan terkait jaminan sosial kerap kali dihadapi di negara berkembang, termasuk Indonesia

oleh Liputan6.comDiterbitkan 20 Desember 2019, 20:55 WIB
Pekerja melakukan pembangunan proyek LRT Kuningan di Jakarta, Sabtu (1/12). Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 70,49 juta orang (56,84 persen) bekerja pada kegiatan informal selama setahun terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa 57 persen penduduk di Indonesia merupakan pekerja di sektor informal. Sayangnya para pekerja informal tersebut sebagian besar belum mendapat jaminan sosial.

Oleh sebab itu, BP Jamsostek harus mampu memberikan jaminan untuk meningkatkan produktivitas pekerja sektor informal.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari riset yang bertajuk “Jaminan Sosial Sektor Informal dalam Lensa Survei LIPI”.

“Permasalahan terkait jaminan sosial kerap kali dihadapi di negara berkembang, termasuk Indonesia,” jelas Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Jogaswara, Jumat (20/11/2019).

Herry menjelaskan, kelompok informal memiliki tingkat segmentasi yang tinggi dan memiliki kerentanan yang berbeda-beda. Hal itu membutuhkan strategi kebijakan yang mampu mengakomodir keseluruhan.

“Belum semua masyarakat, khususnya dengan status kurang sejahtera sulit mengakses jaminan sosial,” tambah Herry.

Hal yang sama juga dengan jaminan kesehatan. Oleh sebab itu, Pemerintah harus memiliki strategi yang jitu dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, LIPI memilih enam provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Faktor pertimbangan memilih enam provinsi tersebut adalah jumlah pekerja yang berada di sektor informal, usia pekerja, jenis pekerjaan yang rentan, tingkat segmentasi yang tinggi dan memiliki kerentanan yang berbeda-beda.

“Penelitian tersebut dilakukan melaui metode survey, FGD, dan Interview mendalam,” tambah Herry.

Reporter: Danar Jatikusumo

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya