Liga Italia Serie A Banjir Kritikan karena Perangi Rasialisme dengan Lukisan Monyet

Liga Italia Serie A berupaya mencegah terjadinya kasus rasisme dengan menggunakan lukisan tiga monyet karya Simone Fugazzotto.

oleh Faozan Tri NugrohoDiterbitkan 17 Desember 2019, 18:35 WIB
Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, berebut bola dengan bek AS Roma, Chris Smalling, pada laga Serie A Italia di Stadion San Siro, Milan, Jumat (6/12). Kedua klub bermain imbang 0-0. (AFP/Miguel Medina)

Roma - Liga Italia Serie A berinisiatif untuk memerangi terjadi kasus rasialisme yang sering terjadi. Serie A ingin mencegah berulangnya tindakan rasialisme yang pernah menimpa pemain-pemain seperti Romelu Lukaku, Blaise Matudi, hingga Mario Balotelli.

Satu di antara upaya Liga Italia Serie A ialah meluncurkan lukisan tiga monyet karya Simone Fugazzotto. Ketiga poster tersebut sudah diajukan dan disetujui pihak Serie A. Kini, poster bergambar monyet itu sudah terpampang di markas Lega, selaku operator Serie A.

Simone Fugazzoto selaku pembuat lukisan tiga monyet tersebut memberikan alasan kenapa memilih monyet. Fugazzotto menyebut ia ingin memberi tahu kalau semua orang pada dasarnya adalah monyet.

"Tugas seorang seniman adalah mengubah persepsi orang melalui karya seni. Tiga lukisan monyet ini menunjukkan kalau kita adalah makhluk yang kompleks, yang bsia saja sedih, senang, Katolik, Muslim, atau Budha. Tetapi pada akhirnya, bukan warna kulit yang menentukan segalanya," kata Fugazzotto.

"Jadi, ini merupakan metafora. Pada dasarnya kita semua adalah monyet. Kalau diperhatikan, ada monyet barat, monyet Asia, dan monyet hitam," tambahnya.

Kendati memiliki maksud yang cukup masuk akal, poster tersebut langsung menuai kritik dari klub Liga Italia Serie A, AS Roma. Hal itu diungkapkan Giallorossi di media sosial, Twitter.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya