FOTO: [CERITA] Dita Agusta Hidup Serumah Bersama 250 Kucing

oleh Johan FatzryDiterbitkan 15 Desember 2019, 12:00 WIB
Dita Agusta Hidup Serumah Bersama 250 Kucing
Kecintaannya terhadap kucing membuat Dita Agusta dan keluarga merelakan rumahnya menjadi penampungan ratusan kucing lokal yang terlantar di jalanan.
Pendiri Rumah Kucing Parung (RKP) Dita Agusta memberi makan kucing-kucing di tempat penampungan RKP di RT 01/07 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). (merdeka.com/Arie Basuki)
Begitu membuka pintu utama Rumah Kucing Parung (RKP), puluhan ekor kucing bertebaran di berbagai sudut. Ada yang duduk di atas kulkas, berdiri di atas wastafel, tidur di atas lemari dan tempat duduk tamu ataupun berjalan hilir mudik bermain bersama di lantai ruang tamu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pemandangan ini tidak biasa bagi tamu yang pertama kali berkunjung ke Rumah Kucing Parung (RKP) di RT 01/07 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sang pemilik rumah, Dita Agusta bersama suami dan ketiga anaknya, sudah lebih dari lima tahun hidup berdampingan bersama kucing-kucing lokal yang dibuang oleh pemiliknya atau dipungut dari jalanan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kegemaran keluarganya pada kucing ras bermula saat masih tinggal di Bekasi sepuluh tahun silam yang menjadi awal kecintaannya pada binatang ini. Saat ia memelihara lima ekor kucing ras, kerapkali kucing-kucing liar datang meminta makan ke rumahnya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Dita merasa kasihan dan berpikir siapa lagi yang akan merawat kucing-kucing tersebut selain dirinya. Selanjutnya kucing-kucing lokal dipelihara di rumah dan berkembang menjadi tiga puluh ekor. Namun, seiring berjalannya waktu, keluarganya mendapat protes dari para tetangga. (merdeka.com/Arie Basuki)
Dita bersama suami memutuskan pindah dan menjadikannya tempat tinggalnya sekarang sebagai Rumah Kucing Parung. Kepedulian dan kecintaan pada kucing lokal mendasarinya untuk selalu merawat kucing-kucing yang telantar di jalanan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kini, sekitar 250 kucing lokal hidup bersamanya dengan beragam kondisi. Ada rusak penglihatannnya, kaki tinggal tiga, patah tak berekor, dan lain-lain. Namun kesemuanya Dita pelihara dengan penuh kecintaan dan kasih sayang. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sekitar satu juta rupiah sehari dia habiskan untuk merawat kucing-kucing lokal tersebut. Biaya tersebut digunakan untuk membeli pakan, pasir khusus, tisu, vitamin, obat-obatan, dan biaya rumah sakit hewan bagi kucing yang sakit parah. (merdeka.com/Arie Basuki)
Selain dana pribadi, Dita juga menerima beragam sumbangan dari para donatur yang peduli pada kucing lokal. Rumah Kucing Parung juga terbuka bagi para adopter kucing. Untuk yang ingin mengadopsi kucing, hanya perlu membawa meterai untuk perjanjian surat adopsi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sedangkan bagi yang akan memberikan kucing, persyaratannya adalah memberi donasi Rp250 ribu per ekor untuk biaya sterilisasi. Sterilisasi dimaksudkan menurunkan sifat agresif agar kucing lebih tenang dan menghindari sifat-sifat perebutan teritorial antar pejantan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya