Liputan6.com, Surabaya: Sekitar 500 penghuni Asrama Brigade Mobil Medaeng Waru, Sidoarjo, Kamis (12/9) siang, mendatangi Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya. Para pengunjuk rasa meminta anggota Dewan memperjuangkan nasib mereka yang terancam diusir paksa oleh Kepolisian Daerah Jatim.
Para demonstran yang datang menggunakan lima truk itu terdiri dari para pensiunan, ibu-ibu Bhayangkara Surabaya, dan anggota Polri yang masih aktif. Dalam orasinya, mereka memprotes rencana pengusiran oleh Polda Jatim yang tidak memberikan uang pesangon maupun ganti rugi. Mereka juga menyesalkan adanya intimidasi dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan tim Polda Jatim. Menurut warga, asrama Brimob yang kini dihuni itu akan diperluas untuk keperluan dinas Polda Jatim.
Anggota Komisi A DPRD Jatim--yang menerima pengunjuk rasa--berjanji akan mempertemukan warga asrama Brimob dengan pihak Polda Jatim. Rencananya, Dewan akan memanggil tim Polda Jatim untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan itu pekan depan.(PIN/Benny Christian dan Bambang Ronggo)
Para demonstran yang datang menggunakan lima truk itu terdiri dari para pensiunan, ibu-ibu Bhayangkara Surabaya, dan anggota Polri yang masih aktif. Dalam orasinya, mereka memprotes rencana pengusiran oleh Polda Jatim yang tidak memberikan uang pesangon maupun ganti rugi. Mereka juga menyesalkan adanya intimidasi dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan tim Polda Jatim. Menurut warga, asrama Brimob yang kini dihuni itu akan diperluas untuk keperluan dinas Polda Jatim.
Anggota Komisi A DPRD Jatim--yang menerima pengunjuk rasa--berjanji akan mempertemukan warga asrama Brimob dengan pihak Polda Jatim. Rencananya, Dewan akan memanggil tim Polda Jatim untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan itu pekan depan.(PIN/Benny Christian dan Bambang Ronggo)