Manila - Penampilan Timnas Indonesia U-22di SEA Games 2019 cukup menjanjikan. Pelatih Indra Sjafri diberkahi komposisi pemain yang menjanjikan dari lini belakang sampai depan.
Sorotan utama tertuju pada lini serang yang menyumbang lebih dari setengah gol Garuda Muda sepanjang empat laga babak Grup B. Sepuluh dari 13 gol lahir dari barisan penyerangan. Osvaldo Haay menjadi bintang dengan lesakkan lima golnya sejauh ini.
Advertisement
Menariknya, Osvaldo Haay sebetulnya bukanlah pilihan utama Indra Sjafri. Untuk urusan penyelesaian akhir, Muhammad Rafli lebih diutamakan. Rafli dua kali turun sebagai starter, yakni pada laga kontra Thailand dan Singapura.
Osvaldo juga bukan tipikal striker murni. Gaya bermainnya mirip Saddil Ramdani, yakni mengedepankan akselerasi dan dribble dari sisi lapangan. Namun, ketika dipercaya mengisi peran Rafli yang cedera pada laga kontra Singapura, ia membayarnya dengan penampilan eksplosif di area pertahanan lawan.
Meski persebarannya tidak merata, semua lini ikut memberikan sumbangsih gol. Dua bek, yakni Andy Setyo dan Asnawi Mangkualam mencetak masing-masing satu gol. Andy mencetak gol lewat skema set-piece pada laga kontra Brunei Darussalam dengan sundulan memanfaatkan umpan Sani Rizky, sementara Asnawi mencatatkan namanya di papan skor lewat kerja sama dengan Osvaldo Haay.
Khusus Asnawi, ia memang kerap kali membantu penyerangan Timnas Indonesia U-22. Sebagai bek kanan, Asnawi biasa bekerja sama dengan Egy Maulana Vikri, dan sejauh ini kinerja kedua pemain terbilang sukses.
Asnawi tidak canggung meski beberapa kali harus 'tektokan' dengan Egy dan Saddil yang sering berganti posisi. Ia juga sudah menemukan chemistry jika harus bekerja dengan Osvaldo saat dua penyerang sayap berada terlalu dalam.
Di sektor gelandang, baru Sani Rizki yang berhasil mencatatkan namanya di daftar pencetak gol. Meski golnya ke gawang Vietnam dinaungi keberuntungan, prosesnya menunjukkan kalau pemain Bhayangkara FC itu pintar dalam menentukan posisi.