Sutiyoso Kembali Menjabat Gubernur DKI

Sutiyoso akhirnya terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk masa bakti 2002-2007. Pasangan Sutiyoso-Fauzi Bowo menang mutlak dengan 47 suara dari 84 anggota Dewan yang hadir.

oleh Liputan6 diperbarui 12 Sep 2002, 17:42 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sutiyoso akhirnya terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk masa bakti 2002-2007. Pasangan Sutiyoso dan Fauzi Bowo mendapat lebih dari 50 persen suara anggota Dewan yang ikut dalam voting pemilihan Gubernur DKI di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Beberapa saat setelah terpilih, Sutiyoso berucap syukur telah melewati sesuatu yang menegangkan. Karena itulah, dia mengimbau kepada para penentang maupun pendukungnya untuk menerima keputusan Sidang Paripurna DPRD Jakarta. &quotInilah demokrasi. Apalagi keputusan itu sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk melalui voting,&quot ucap Sutiyoso.

Dalam pemilihan yang menggunakan sistem menulis nama calon itu, pasangan Sutiyoso-Fauzi Bowo menang mutlak dengan perolehan 47 suara dari 84 anggota Dewan yang hadir. Dengan demikian, pasangan ini mengalahkan enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya. Mereka adalah Tarmidi Suhardjo-Abdillah Toha dengan 13 suara, Edy Waluyo-Ahmad Suaidy yang mendapat 11 suara, dan Ahmad Heryawan-Igo Ilham dengan empat suara. Sementara pasangan Endang Darmawan-Dadang Hamdani, Marzuki Usman-Halim Asyhari serta Mahfudz Djaelani-Doli D. Siregar masing-masing memperoleh tiga suara.

Meski Sutiyoso memenangkan pemilihan, hasil voting yang dibacakan Ketua Sidang Paripurna Pemilihan Gubernur/Wagub DKI Ibnu Soemantri itu mendapat sambutan biasa-biasa saja. Tak ada gemuruh tepuk tangan maupun sorak kegembiraan. Mungkin karena sudah bisa ditebak sebelumnya bahwa kemenangan itu memang milik Sutiyoso [baca: Sutiyoso Membantah Menyuap Anggota DPRD Jakarta].

Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Pemilihan Gubernur M.Suwardi menyatakan, jika publik tak menerima hasil pemilihan, mereka diberi kesempatan untuk memberikan bukti tindak korupsi, kolusi maupun nepotisme yang dilakukan Sutiyoso kepada tim pemilihan [baca: Penolakan buat Sutiyoso Terus Mengalir]. Selanjutnya tim akan meninjau kembali persoalan tersebut sebelum pelantikan Sutiyoso, 7 Oktober mendatang.

Seperti diketahui, pemilihan itu berlangsung di tengah unjuk rasa ribuan orang yang anti-Sutiyoso. Mereka menghujat mantan Panglima Kodam Jaya itu atas segala kegagalannya membenahi Ibu Kota. Massa juga sempat mengacaukan sidang pemilihan yang akhirnya diskor selama beberapa saat [baca: Demonstran Mengacaukan Sidang Paripurna Pemilihan Gubernur DKI]. Bahkan sempat terjadi bentrok antara massa dan aparat keamanan saat pemilihan itu berlangsung. Namun, saat ini, suasana di sekitar Gedung DPRD dan Jalan Kebon Sirih sudah berangsur normal. Massa meninggalkan Gedung DPRD dan membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya