Aksan Sjuman Kolaborasi dengan Raul Renanda Ciptakan Piano Kelas Dunia

Aksan Sjuman mengaku banyak belajar dari gurunya untuk membuat sebuah piano.

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 28 November 2019, 06:30 WIB
Aksan Sjuman alias Wong Aksan (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Musikus Aksan Sjuman berkolaborasi dengan arsitek sekaligus penulis, Raul Renanda membuat sebuah alat musik berupa piano. Kolaborasi mereka dilengkapi dengan pengusaha manufaktur, Saniharto Enggalhardjo

Diceritakan oleh Aksan Sjuman, keinginannya untuk membuat piano diperhatikan oleh Raul Renanda. Dirinya memang  memiliki keinginan untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam bermusik, meski sebelumnya Aksan juga sudah beberapa kali menciptakan gitar.

"Saya ini arsitek. Ditantang untuk membuat piano yang berkualitas dunia. Sampai akhirnya, teman saya dr Tompi menyarankan saya untuk menemui Aksan Sjuman. Di sinilah kita memulai," ujar Raul Renanda saat jumpa pers di Teater Jakarta, TIM, Selasa (26/11/2019).

 


Tantangan

Aksan Sjuman bersama Raul Renanda dan Saniharto Enggalhardjo

Sementara itu, Aksan Sjuman dalam proses pembuatan piano, mengaku memiliki tantangan tersendiri untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan dukungan parts serta efek suara yang setara. 

"Saya tidak autodidak. Tapi saya punya guru di Jerman dan saya bukan master yang hebat, tapi setidaknya menguasai 80-90 persen. Yang membedakan piano ini dengan lainnya ialah estetika bunyinya," kata Aksan Sjuman.

 


Nama

Aksan Sjuman bersama Raul Renanda dan Saniharto Enggalhardjo

Sampai akhirnya keduanya berhasil menciptakan sebuah piano yang diberi nama SR1928 The Awakening. Jika dibedah, maka SR merupakan gabungan nama akhir dari Aksan dan Raul, sedangkan 1928 adalah tahun diadakan Kongres Pemuda 2, yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pertama kalinya diperkenalkan lagu Indonesia Raya. 

The Awakening juga terinspirasi dari momen dalam periode yang sama, Indonesian National Awakening (Kebangkitan Nasional Indonesia), yang menjadikan inspirasi Aksan dan Raul untuk berjuang mewujudkan impian mereka.

"Kalau dulu kan Sumpah Pemuda orang Indonesia bersatu merencanakan untuk membangun negara. Kalau orang dulu berkumpul buat negara. Nah semangat itu yang kita pakai buat SR," ujar pria yang akrab disapa Wong Aksan itu.

 


Keyakinan

Mantan suami Titi Rajo Bintang ini ingin memberikan keyakinan kepada publik Indonesia, bahwa kini sudah saatnya berani untuk memproduksi karya dengan fokus untuk menjadi yang terbaik di dunia. Sudah saatnya produk Indonesia tidak dianggap sebagai produk barang komoditas atau kualitas rendah. 

Lanjut Baca:

"Saya ingin memberi alternatif. Saya juga musisi, saya main pakai merek tertentu. Kalau sudah suka biasanya tidak cari-cari lagi. Tapi kalau anak muda masih suka cari-cari. Justru itulah kita fokusnya ke generasi yang lebih muda jadi market-nya beda," ujar Aksan Sjuman.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya