Kuala Lumpur - Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin, menyatakan laga Timnas Malaysia melawan Timnas Indonesia di Stadion Nasional, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa malam (19/11/2019), sebagai duel istimewa.
Faktanya memang demikian. Ada beberapa bukti yang membuat pertemuan antarnegara serumpun kali ini terasa berbeda. Ada yang menyebut, hal ini dipicu aksi kericuhan yang terjadi pada pertemuan pertama Timnas Indonesia kontra Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta (5/9/2019).
Advertisement
Ketika itu situasi kurang kondusif akibat perilaku oknum suporter tuan rumah. Hal itu memaksa tim Malaysia meninggalkan stadion dengan menaiki rantis, dan kalangan pendukung mereka tertahan di dalam SUGBK hingga dini hari, menunggu situasi mereda.
Kini giliran Malaysia menjadi tuan rumah. Selain insiden di SUGBK tersebut, pencinta sepak bola Malaysia juga dalam gairah tinggi mendukung Tim Harimau Malaya setelah kemenangan beruntun melawan tim kuat, Tajikistan 1-0 dalam uji coba, serta Thailand 2-1 dalam matchday keempat Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia (14/11/2019).
Antusiasme itu berlanjut karena lawan selanjutnya adalah Indonesia. Rival sepanjang masa Malaysia. Kalangan suporter tuan rumah tak ingin melewatkan kesempatan melihat tim rival "merana" di hadapan mereka, di kandang kebanggaan mereka.
Imbasnya, tiket pertandingan sudah ludes sejak Minggu (17/11/2019). Jumlahnya tak sedikit, yakni 74.380 lembar, mengingat kapasitas Stadion Nasional, Bukit Jalil, bisa mencapai 87 ribu.
Itu berpotensi memecahkan rekor terbanyak jumlah penonton di ajang putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Hingga saat ini rekor jumlah penonton terbanyak masih dipegang duel Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia di SUGBK lalu, dengan total penonton 54.659 orang.
Namun, tiket yang disediakan FAM untuk laga Timnas Malaysia menjamu Indonesia pada matchday kelima Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia ini seolah belum cukup.
Antusiasme tinggi yang masih diperlihatkan kalangan fan, memaksa FAM dan pemerintah setempat menggelar nonton bareng untuk menghibur suporter yang gagal mendapatkan tiket pertandingan.