8 Pemain Bola Top Ini Pernah Menangis di Lapangan

Berikut delapan pemain bola top yang pernah menangis di lapangan.

oleh Faozan Tri NugrohoDiterbitkan 06 November 2019, 19:25 WIB
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon menangis setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2018 usai bertanding melawan Swedia pada leg kedua babak playoff di San Siro, Milan (13/11). Usai pertandingan Buffon pensiun dari timnas Italia. (AP Photo/Luca Bruno)

Jakarta Pesepak bola asal Korea Selatan, Son Heung-min, menangis tersedu-sedu ketika Tottenham Hotspur ditahan Everton 1-1 pada laga lanjutan Liga Inggris 2019-2020, Minggu (3/11/2019) di Goodison Park.

Dalam pertandingan tersebut, Son melakukan tekel yang berakibat fatal. Alhasil, Son Heung-min terlihat sangat menyesal lantaran tekelnya diduga menyebabkan pemain Everton, Andre Gomes, cedera parah.

Akibat tekel tersebut, Andre Gomes sampai mengalami dislokasi engkel kanan. Insiden itu yang membuat Son Heung-min berurai air mata karena membuat rekan sesama profesinya itu cedera parah.

Son terlihat sangat hancur melihat Andre Gomes terkapar sambil mengerang kesakitan. Bahkan saat meninggalkan lapangan Son harus ditenangkan beberapa pemain lain.

Selain Son Heung-min, banyak pemain lain yang pernah tertangkap kamera menangis di lapangan. Berikut Bola.com merangkum dari Give Me Sports, Senin (4/11/2019), pesepak bola yang pernah menangis di lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1. John Terry

Kegagalan Penalti John Terry pada Final Liga Champions 2008 membuat Chelsea gagal menjuarai kompetisi tersebut. (AFP/Frank Fife)

Pemain berkebangsaan Inggris, John Terry, pernah menangis saat membela Chelsea. Terry menangis pada saat final Liga Champions 2008.

Kala itu, John Terry gagal mengeksekusi penalti saat pertandingan berlanjut ke babak tos-tosan. Padahal jika Terry sukses memanfaatkan peluang tersebut Chelsea akan juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Adu penalti tersebut akhirnya dimenangkan Manchester United dengan skor 6-5. 


2. Gianluigi Buffon

Kiper Italia, Gianluigi Buffon mengusap air matanya seusai menjamu Swedia pada playoff zona Eropa di Stadion San Siro, Selasa (14/11). Buffon tak kuasa menahan tangis setelah timnya gagal lolos ke Piala Dunia 2018. (AP/Luca Bruno)

Pada November 2017, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Swedia di babak playoff. Kegagalan tersebut merupakan pertama kalinya sejak 1958.

Gianluigi Buffon yang menjadi kapten saat itu terlihat sangat terpukul lantaran gagal mengantarkan Gli Azzuri lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Apalagi, tahun tersebut merupakan masa-masa terakhirnya membela Timnas Italia. Namun, dirinya gagal membawa Italia lolos.

"Saya menyesal karena pertandingan terakhir saya bertepatan dengan kami yang tidak lolos ke Piala Dunia," kata Gianluigi Buffon setelah pertandingan.

"Saya tidak menyesal untuk diri saya sendiri tetapi semua sepak bola Italia," ujar Buffon.

Lanjut Baca:

Gli Azzuri Gagal Terbang ke Piala Dunia 2018, Buffon Menangis! https://t.co/WksKbv94Dd #Olahraga #Gianluigi_Buffon #Gli_Azzuri #Kualifikasi #malangtoday pic.twitter.com/zr9uCrQhLS — Zq_ (@dehafro) November 14, 2017

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya