Liputan6.com, London - Perlahan tapi pasti, Frank Lampard mulai menunjukkan kinerja positif di Chelsea. Manajer 41 tahun itu sukses membawa The Blues meraih tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Lampard kembali Chelsea pada awal musim ini. Ia menggantikan tugas dari Maurizio Sarri yang merapat ke Juventus.
Advertisement
Tugas Lampard sangat berat. Ia tak bisa membeli pemain karena embargo transfer. Selain itu, The Blues juga kehilangan pemain terbaiknya, Eden Hazard, yang pindah ke Real Madrid.
Untungnya, Lampard yang pernah membela Chelsea selama 13 tahun tahu betul seluk beluk klub tersebut. Ia sadar The Blues punya banyak pemain muda bagus yang sedang dipinjamkan.
Sang manajer pun memanggil pulang Mason Mount, Fikayo Tomori, Reece James dan Tammy Abraham. Keempat pemain itu dipinjamkan ke klub-klub Championship musim lalu dan bermain cukup impresif.
Meski demikian, awalnya Lampard memiliki masalah menyatukan pemain muda dan senior. Ia juga ragu-ragu memilih starting eleven dan formasi timnya. Alhasil, sang manajer terus membongkar pasang tim.
Hasil di lapangan juga kurang oke. Dalam lima pertandingan pertama di semua kompetisi, Chelsea cuma menang sekali. The Blues bahkan sempat dipermalukan 0-4 oleh Manchester United di laga pembuka.
Lampard langsung berada dalam tekanan dan ia digosipkan bakal dipecat. Akan tetapi, manajemen Chelsea masih bersabar dan mau memberi Lampard kesempatan.