Nadiem Minta Dipanggil 'Mas' di Hadapan Pegawai Dikbud, Ingin Tak Berjarak?

Nadiem mengatakan kepada jajaran pejabat dan pegawai Kemendikbud agar tidak memanggilnya dengan 'Pak' melainkan 'Mas'.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Oktober 2019, 17:00 WIB
CEO Gojek Nadiem Makarim tiba di kompleks Istana, Jakarta, Senin (21/10/2109). Kedatangan Nadiem berlangsung jelang pengumuman menteri Kabinet Kerja Jilid II oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Usai resmi dilantik menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) Nadiem Makarim langsung melakukan serah terima jabatan. Di kesempatan tersebut Nadiem mengatakan kepada jajaran pejabat dan pegawai Kemendikbud agar tidak memanggilnya dengan 'Pak' melainkan 'Mas'.

"Saya jangan dipanggil 'Pak', panggil 'Mas' saja," tuturnya usai menjawab tentang rencana 100 Hari Nadiem di Kantor Kemendikbud Jakarta Rabu (23/10/2019).

Menurut psikolog klinis dewasa Rena Masri bisa jadi hal ini karena Nadiem ingin tak berjarak dengan pegawai kementerian.

"Ya, tentu ada perbedaan feeling saat memanggil dengan 'Pak' atau 'Mas'. Dipanggil dengan 'Mas' agar tak berjarak dan dekat," kata Rena.

 

Nadiem Makarim, CEO GO-JEK memberi sambutan di malam penganugerahan GO-VIDEO Competition 2016, Jakarta, Rabu (11/5). Kompetisi yang digelar untuk memperingati satu tahun aplikasi GO-JEK ini diikuti lebih dari 600 video. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Panggilan 'Mas' kepada menteri bisa jadi hal tidak biasa di kalangan pemerintahan. Mungkin juga beberapa pegawai merasa itu hal yang tidak lazim karena terbiasa memanggil 'Pak' atau 'Bu' kepada pimpinan atau rekan kerja.

"Sementara bagi pegawai yang lebih muda, biasanya lebih fokus pada apa target dan tujuannya saat bekerja," katanya.

Terlepas dari panggilan 'Mas' kepada Nadiem, kepercayaan diri ketika melakukan sesuatu dan beradaptasi, kata Rena, jadi modal yang penting saat menghadapi dunia baru.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya