ISSOM 2019: Duet Rio Bramantio dan Rian Risky Berpeluang Panen Gelar

Baik Rian Riski maupun Rio Bramantio konsisten sebagai langganan podium sejak awal tahun.

oleh ThomasDiterbitkan 16 Oktober 2019, 21:25 WIB
ISSOM 2019: Duet Rio Bramantio & Rian Risky Berpeluang Panen Gelar (ist)

Liputan6.com, Jakarta- Duet pembalap kakak beradik dari tim B16 AP Speed yakni Rio Bramantio dan Rian Risky kembali turun di putaran ke-5 kejuaraan balap touring Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 yang berlangsung Minggu (13/10/2019) di Sirkuit Sentul, Bogor. Dengan tersisa dua seri lagi, gelar juara umum sudah di depan mata.

Baik Rian Riski maupun Rio Bramantio konsisten sebagai langganan podium sejak awal tahun. Bahkan Rio Bramantio sudah mengunci satu gelar juara umum di kelas Japan Super Touring Car Race (JSTC) kategori 2B. Sedangkan sang adik Rian Risky tinggal selangkah lagi untuk menyandang gelar ganda JSTC 1600 dan Super Touring Car Race (STCR) 1600.

Jika Rian Risky mampu menang pada dua kelas tersebut di seri 6 ISSOM mendatang, maka gelar juara umum ganda sudah pasti menjadi miliknya.

Bagi Rio Bramantio, gelar juara umum JSTC 2B yang sudah ditangan membuatnya bisa fokus pada kelas-kelas lain yang diikuti. Alhasil selain podium pertama JSTC 2B, Rio Bramantio meraih podium ke-2 JSTC overall, podium 3 di kelas Honda Brio Speed Challenge (HBSC), podium 1 kelas STCR 1 B1, posisi 4 kelas FFA STCR1, podium 2 kelas Retro Race, serta trofi team manager untuk STCR1 B1.

Rio mengaku puas dengan pencapaiannya di seri 5 ISSOM karena ia sama sekali tidak punya persiapan khusus jelang race. "Seri 5 ini saya nggak ada persiapan sama sekali, tapi bersyukur masih dapat menyumbang beberapa trophy," ujar Rio Bramantio.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS


Menatap Seri 6

Dengan hasil seri 5 ini, Rio Bramantio cukup santai menatap seri 6. Dia justru lebih penasaran pada putaran terakhir (seri 7) yang akan berlangsung di sirkuit jalan raya BSD City awal Desember nanti. Pasalnya, lay out trek BSD Grand Prix tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun lalu.

Lanjut Baca:

"Dua seri tersisa saya ingin lebih persiapan lagi dalam persiapan agar mendapat hasil maksimal khususnya untuk seri 7 di BSD yang merupakan seri terakhir. Apalagi untuk BSD, lay outnya baru. Saya baru tahu sebatas lay out saja dan katanya akan dibuka untuk latihan tapi belum tahu sih pastinya kapan," sambung Rio. Adapun sang adik Rian Risky di seri 5 kemarin harus memecah konsentrasi. Selain fokus untuk mengejar poin maksimal di kelas JSTC 1600 dan STCR 1600, Rian Risky juga melanjutkan pengembangan dua kendaraan anyarnya yakni Honda Estilo dengan mesin K20 serta Toyota Yaris untuk berkompetisi di kejurnas ITCR Max melawan tim-tim pabrikan. .

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya