Dinas Pertanian Sumbar Menemukan Pengendalian Hama Pisang

Cara menangkal hama yang biasa menyerang pohon pisang berhasil ditemukan Dinas Tanaman Pangan Sumbar. Pohon pisang yang memakai <i>trichoderma</i> dan <i>pseudomonas</i> tahan hama.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 September 2002, 05:37 WIB
Liputan6.com, Padang: Dalam tiga tahun terakhir, produksi pisang Sumatra Barat kian melorot. Ini terjadi karena banyaknya pohon pisang yang mati terserang hama. Untuk mengatasinya, Dinas Pertanian Sumbar melakukan berbagai uji coba lapangan dengan menanam pisang di lahan percontohan. Hasilnya, tanaman pisang yang memakai agen hayati, seperti trichoderma dan pseudomonas serta menggunakan parang yang dicuci dengan formalin dan alkohol, rupanya tidak terserang hama. Demikian penjelasan Kepala Dinas Tanaman Pangan Sumbar, Batiori di Padang, pekan pertama September ini.

Selama ini, Batiori menjelaskan, hama tanaman pisang memang telah membuat frustasi para petani di Sumbar. Sebelum hama mewabah, dalam sepekan para petani bisa memanen 70 tandan dengan 6.000 buah pisang senilai Rp 600 ribu. Setelah hama menyerang, dalam tiga bulan panen hanya menghasilkan tiga tandan, atau 270 buah pisang dengan hasil Rp 27 ribu [baca: Ribuan Tanaman Pisang Terserang Layu Bakteri]. Batiori menuturkan, dengan kenyataan tadi, pihaknya memberikan penyuluhan pada para petani supaya menebang batang pisang yang berpenyakit dan mengganti dengan bibit yang sehat.

Berdasarkan data, tahun ini, produksi pisang di Sumbar berkurang 50 persen, atau tinggal 12.500 ton. Bandingkan dengan produksi pada 1999 sebanyak 25.145 ton pisang. Dari seluruh Sumbar, hanya dua desa yang belum terkena wabah hama, yaitu Desa Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, dan Desa Baruh Gunun, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.(ZAQ/Denni Risman)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya